Menunggu Sepi
ESu
Jangan menunggu sepi
untuk mengenali
kekasih
Kenali saat ramai
saat siang benderang
Dialah yang setia
menunggumu
dan membuka pintu pagar
saat kau pulang
walau hari telah larut
Dengan nada khawatir
Ia berkata
jaga badan
engkau tak muda lagi
Dia yang berdiri
di sampingmu
setelah semua orang
meninggalkanmu
Dia yang mau mengerti
akan kegilaanmu
saat orang lain
berkata
Apa sih yang dia cari
gila aja lagi
orang lain juga mengabdi
tapi tak segila dia
Namun kekasihmu
berkata
‘biasalah bang
jatuh bangun
pasang sururt
saat tanggung jawab
banyak yang menyerah
tetapi engkau
tetap pasang badan
Dan saat sukses
dan menuai pujian
kau dilupakan
lalu ada yang ambil muka
dan mereka berkata
Ini perjuangan kami
Lalu kau baru tampil
ke tengah
saat kau dipanggil pak Bos
Jangan menunggu sepi
jika kau ingin memuji
jangan kau baru
akan membaca catatan
perjuangannya
setelah lampu panggung
telah mati
Ya
Aku akui
Dialah yang berdiri
di sisiku
yang membasuh luka
dan menentramkan
gejolak hatiku
Ini bukan sekedar
peristiwa cinta
tetapi juga menanam
benih kedamaian
ada gejolak
dan ada ketenangan
Bogor
2 Juni 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














