Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Berita Global
  • Gunung Emas di Sungai Eufrat: Antara Nubuat Akhir Zaman dan Realitas Warga Raqqa
Img 20250805 225952

Gunung Emas di Sungai Eufrat: Antara Nubuat Akhir Zaman dan Realitas Warga Raqqa

Img 20250805 225952

Raqqa, Suriah — Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan warga kota Raqqa berbondong-bondong menuju tepian Sungai Eufrat. Mereka menggali, menyaring pasir, dan mencari kilauan logam yang diyakini sebagai emas.

Fenomena ini bukan sekadar pencarian harta, melainkan dipicu oleh keyakinan terhadap nubuat Nabi Muhammad SAW tentang “gunung emas” yang akan tersingkap menjelang akhir zaman.

Di tengah krisis ekonomi dan konflik berkepanjangan, harapan akan temuan emas menjadi pelarian sekaligus sumber semangat bagi warga.

“Kami tidak tahu apakah ini benar-benar emas, tapi kami percaya pada sabda Nabi,” ujar Abu Karim, warga Raqqa yang menggali di tepian sungai bersama anak-anaknya.

Meski belum ada bukti ilmiah yang mengonfirmasi keberadaan emas, aktivitas warga terus meningkat. Ahli geologi lokal, Khaled al-Shammari, menyebut bahwa sedimentasi mineral memang umum terjadi di sepanjang Eufrat, namun analisis laboratorium diperlukan untuk memastikan kandungan logam mulia.

Fenomena ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

“Hari kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Maka terbunuhlah 99 dari 100 orang yang berperang dan setiap orang dari mereka berkata, ‘Semoga akulah satu-satunya orang yang selamat.’”
(HR Muslim)

Hadis ini telah menjadi bahan kajian para ulama selama berabad-abad. Tafsir dan penjelasan mereka menunjukkan beragam pendekatan:

  • Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi, alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah, menekankan pentingnya takhrij hadis untuk memahami konteksnya. Ia mengutip riwayat lain yang memperingatkan agar tidak mengambil emas tersebut:

“Hampir saja Sungai Eufrat menyingkapkan simpanan emas. Maka siapa pun yang hadir di sana, jangan mengambil apa pun darinya.”
(HR At-Tirmidzi)
“Ini menunjukkan bahwa emas tersebut bukanlah rezeki yang diberkahi, melainkan ujian besar,” jelasnya.

  • Syekh Yusuf al-Wabil*, dalam kajian eskatologinya, menolak penafsiran simbolik bahwa ‘gunung emas’ merujuk pada minyak bumi. “Hadis menyebutkan emas yang terlihat, bukan yang digali dari perut bumi. Ini bukan metafora, melainkan peringatan nyata,” tegasnya.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman menyebutkan bahwa surutnya Sungai Eufrat dan munculnya gunung emas merupakan salah satu tanda besar sebelum kemunculan Imam Mahdi.
  • Asaad al-Hamdani, cendekiawan Muslim kontemporer, mengingatkan agar tidak gegabah mengaitkan fenomena alam dengan nubuat. “Narasi seperti itu membutuhkan pemahaman mendalam, khususnya saat diaplikasikan dengan peristiwa yang sedang terjadi,” ujarnya.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini benar-benar tanda akhir zaman, atau sekadar pencarian harapan di tengah keterpurukan? Para ulama sepakat bahwa hadis tersebut adalah peringatan, bukan ajakan untuk berebut harta.

“Jika benar emas itu muncul, maka yang paling penting bukan mengambilnya, tapi menjauhinya,” ujar Ustadz Alvin. “Karena Nabi telah memperingatkan bahwa perebutan emas itu akan menimbulkan fitnah dan pertumpahan darah.”

Sungai Eufrat, yang telah menjadi saksi sejarah peradaban sejak ribuan tahun lalu, kini kembali menjadi pusat perhatian dunia Islam. Di tengah ketidakpastian, warga Raqqa menggali bukan hanya pasir, tetapi juga harapan.

Sementara para ulama mengingatkan bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan, agar nubuat tidak berubah menjadi spekulasi yang menyesatkan.

Artikel Terkait

InShot 20260417

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tumhuh bersama waktu ESu Aku…

InShot 20260415

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tetap hadir ESu Dalam diamnyadalam…

Snapinst.to 0Mjxqz6yANtD75YILuwZk8C4 Q2OPv1s E&p9rKlRoB3nFGHmJ

Kabar Baik: Universitas Muhammadiyah Bogor…

Intisari:Berita Bogor – Dunia pendidikan tinggi…