
Kabul, 1 September 2025 — Afghanistan kembali dilanda bencana besar setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur negara itu pada Minggu malam. Menurut laporan resmi dari pemerintahan Taliban, lebih dari 800 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 2.800 lainnya mengalami luka-luka
Gempa terjadi pada pukul 23.47 waktu setempat, dengan pusat gempa berada sekitar 27 kilometer dari Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, dan kedalaman hanya 8 kilometer
Guncangan terasa hingga Kabul dan Islamabad, ibu kota Pakistan, menyebabkan kepanikan warga di kedua negara
Di Provinsi Kunar, yang menjadi wilayah paling terdampak, tiga desa dilaporkan hancur total, sementara puluhan rumah di daerah lain berubah menjadi puing-puing
Tanah longsor memperparah situasi, memutus akses ke sejumlah desa terpencil dan menghambat upaya evakuasi serta penilaian kerusakan
Pemerintah Afghanistan telah mengerahkan lebih dari 40 penerbangan evakuasi dari Bandara Nangarhar ke wilayah terdampak, membawa ratusan korban luka ke rumah sakit regional
Helikopter militer dan tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi warga yang terjebak di bawah reruntuhan, sementara warga lokal turut membantu dengan menggali puing-puing menggunakan tangan kosong
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman, menyerukan bantuan internasional dan menyebut ribuan orang kehilangan rumah dan keluarga
PBB menyatakan “dukacita mendalam” atas tragedi ini dan telah mengerahkan tim bantuan ke lapangan
Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat Afghanistan, sementara pemerintah Tiongkok menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan
Namun, belum ada negara asing yang secara resmi menawarkan bantuan darurat. Afghanistan saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah, diperburuk oleh penurunan tajam bantuan internasional dan kebijakan domestik yang membatasi peran perempuan, termasuk dalam sektor kemanusiaan
Afghanistan terletak di kawasan rawan gempa, tepat di pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia. Wilayah pegunungan Hindu Kush secara historis menjadi pusat aktivitas seismik yang mematikan
Pada Juni 2022, gempa berkekuatan 5,9 skala Richter menewaskan lebih dari 1.000 orang di Provinsi Paktika, menjadikannya salah satu bencana paling mematikan dalam dua dekade terakhir
Seperti gempa kali ini, kedalaman yang dangkal memperbesar dampak kerusakan.












