
Tanjungpandan, Belitung — Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjamin ketersediaan stok beras sebanyak 2.169 ton di tingkat distributor, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2025.
“Kami memastikan stok beras sebanyak 2.169 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Hamzah, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung, dalam keterangannya di Tanjungpandan, Jumat (5/9).
Stok tersebut tersebar di sembilan distributor utama di wilayah Belitung dan diperkirakan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan.
Menurut Hamzah, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan langsung ke distributor guna mencegah potensi kelangkaan, terutama menjelang periode rawan pengiriman September–Desember.
“Mayoritas stok beras di Belitung dipasok dari luar daerah sehingga sangat tergantung dengan kondisi cuaca selama waktu pengiriman,” jelasnya.
Selain menjaga ketersediaan, pemantauan juga difokuskan pada stabilisasi harga. Dinas terkait bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) aktif melakukan pengawasan agar harga beras tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan.
Tak hanya beras, Hamzah juga merinci stok bahan pokok lain yang tersedia di tingkat distributor, antara lain:
| Komoditas | Volume Stok |
|---|---|
| Gula pasir | 227 ton |
| Terigu | 30 ton |
| Minyak goreng | 106 ton |
| Tepung sagu | 94 ton |
| Garam | 2,1 ton |
| Kacang kedelai | 39 ton |
| Kacang tanah | 12,5 ton |
| Kacang hijau | 4,5 ton |
Dengan ketersediaan tersebut, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Stok beras dan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tutup Hamzah.












