Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Dinas Perpustakaan Belitung Ajak Warga Kritis Saring Informasi di Media Sosial
Inshot 20251002 085237289

Dinas Perpustakaan Belitung Ajak Warga Kritis Saring Informasi di Media Sosial

BELITUNG — Serbuan kabar bohong (hoaks) yang marak di media sosial menjadi sorotan utama dalam talkshow literasi bertajuk “Hati-Hati Berita Hoaks! Bijak Dalam Bermedia, Cerdas Dalam Menerima Informasi” yang digelar di Gedung Serbaguna Ishak Zainuddin, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (1/10/2025).

Acara ini menghadirkan dua narasumber nasional, yakni penulis dan pegiat literasi Maman Suherman serta pengamat sosial Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi Belitung 2025 yang berlangsung selama lima hari.

Literasi Bukan Sekadar Membaca

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Belitung, Fari, menegaskan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi.

Ia menyebut hoaks telah banyak memakan korban dan tidak ingin masyarakat Belitung mengalami hal serupa.

“Kami ingin masyarakat lebih kritis dan tidak langsung percaya pada setiap informasi yang beredar,” ujar Fari.

Ia juga menekankan peran strategis pendidik dan tokoh agama dalam menularkan sikap bijak bermedia.

Menurutnya, literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan menimbang dan menulis ulang informasi secara benar.

Talkshow ini dirancang melibatkan lintas sektor, termasuk pelajar dan guru, sebagai upaya memperluas gerakan literasi ke berbagai lapisan masyarakat.

Literasi Dimulai dari Rumah

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Iqbal H Saputra, Maman Suherman menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk budaya literasi.

“Yang salah bukan anak, yang salah yang memberi contoh. Literasi bukan sekadar baca tulis. Masalahnya, banyak yang bisa membaca tapi tidak bisa menjelaskan apa yang dibaca,” ungkap Maman.

Ia juga membagikan pengalaman tentang bahaya hoaks serta kiat agar masyarakat tidak terjebak menyebarkan informasi palsu.

Hoaks Menyentuh Emosi Dasar

Sementara itu, Dr. Devie Rahmawati menjelaskan bahwa hoaks bekerja dengan menyentuh sisi emosional manusia. Ia menyebut tantangan menghadapi hoaks semakin kompleks di era digital.

“Amerika saja kewalahan menghadapi hoaks. Di Indonesia, persoalan ini makin kompleks ketika dalam 60 detik jutaan foto, ratusan ribu caption, dan jutaan email berseliweran,” jelas Devie.

Ia juga mengutip riset global tahun 2021 yang menempatkan netizen Indonesia sebagai pengguna digital paling tidak sopan. Fenomena hujatan di kolom komentar, menurutnya, menunjukkan betapa mudahnya hoaks dan ujaran kebencian berkembang di ruang digital.

Festival Literasi Belitung 2025

Talkshow ini menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Literasi Belitung 2025. Selain diskusi publik, festival juga menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak dan bazar literasi sebagai upaya memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat.

Artikel Terkait

Inshot 20260115 104721731

Truk Tabrak Avanza di Belitung,…

Intisari Berita TANJUNGPANDAN, BELITUNG– Kecelakaan lalu…

Img 20260115 094009

Dana Desa 2026 Dipangkas, Rata-rata…

Intisari Berita BELITUNG– Pemangkasan Dana Desa…

Inshot 20260114 095426348

Bappenas dan World Bank Tinjau…

Intisari Berita Belitung – Tim Badan…

Dinas Perpustakaan Belitung Ajak Warga Kritis Saring Informasi di Media Sosial – Media Daulat Rakyat