Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Puluhan TI Rajuk Serbu Perairan Ulim Membalong, Warga dan Nelayan Desak Penegakan Hukum
Inshot 20251018 103444349

Puluhan TI Rajuk Serbu Perairan Ulim Membalong, Warga dan Nelayan Desak Penegakan Hukum

Inshot 20251018 103421345

Belitung, 18 Oktober 2025 — Aktivitas penambangan laut ilegal kembali mencuat di perairan Dusun Ulim, Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Puluhan unit TI Rajuk dilaporkan beroperasi secara aktif di wilayah tersebut, bahkan diperkirakan jumlahnya bisa mencapai ratusan jika tidak segera ditindak oleh aparat penegak hukum.

Kadus Ulim, Desa Lasar, menyatakan bahwa pihak desa telah melakukan berbagai upaya peringatan.

“Sudah, Pak, diperingatkan. Pak Kades juga sudah memanggil mereka,” ujarnya singkat. Namun, aktivitas penambangan tetap berlangsung, mencakup area dari bibir pantai hingga ke tengah laut.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. “Sudah puluhan, bahkan sebentar lagi bisa ratusan, Aparat tutup mata. Bupati tidak tegas,” tulisnya dalam pesan singkat yang diterima redaksi.

Ia juga menambahkan bahwa kelompok nelayan bersama Kadus telah menyatakan penolakan terhadap tambang laut dan siap menjadi narasumber.

Penambangan ini jelas bertentangan dengan Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2014–2034, yang menetapkan bahwa perairan Pulau Belitung bebas dari aktivitas tambang laut.

Kelompok nelayan dan warga kini berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, legislatif, dan organisasi masyarakat sipil, untuk menghentikan aktivitas tambang laut yang merusak ini.

Artikel Terkait

InShot 20260526

Aturan Baru Masuk SD, Tak…

Bangka Belitung – Kementerian Pendidikan Dasar…

InShot 20260526

Belitung Kian Mendunia: Jalur Internasional…

Tanjungpandan Belitung – Belitung kembali menorehkan…

InShot 20260526

Sapi Simental Bantuan Presiden untuk…

Manggar Belitung Timur- Belitung Timur kembali…