Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Diskusi Terbatas di Belitung Ungkap Disharmoni Kepemimpinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Inshot 20251113 090503337

Diskusi Terbatas di Belitung Ungkap Disharmoni Kepemimpinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Intisari Berita

  • Diskusi di Belitung soroti disharmoni Gubernur dan Wagub Babel, masalah pertambangan ilegal, dan dukungan tokoh Belitung untuk Wagub Heliyana.

Tanjung Pandan, Belitung – Sebuah diskusi terbatas yang diadakan di Aula Hotel Pondok Impian, Tanjung Pandan, pada Rabu (12/11/2025), menyoroti masalah disharmoni kepemimpinan yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Acara yang bertajuk “Kilas Balik Seperempat Abad Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat daerah, dan perwakilan berbagai instansi.

Diskusi ini diinisiasi oleh Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan dengan tujuan untuk membahas berbagai permasalahan di Provinsi Babel, terutama terkait hubungan yang kurang harmonis antara Gubernur dan Wakil Gubernur.

Sorotan Diskusi

Ketua Komite Reformasi, H. Soehadie Hasan, dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya terhadap disharmoni antara Gubernur dan Wakil Gubernur yang dinilai berdampak buruk bagi pemerintahan dan masyarakat Babel. Ia juga menyinggung masalah pertambangan ilegal dan kendala investasi di sektor pariwisata.

“Masalah disharmonisasi ini sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi dan berdampak buruk bagi pemerintah provinsi dan masyarakat Babel,” ujar H. Soehadie Hasan.

Anggota Komite Reformasi, Drs. H. Abdul Hadi Adjin, menekankan pentingnya kekompakan masyarakat Belitung dan perlunya evaluasi terhadap kepemimpinan di Provinsi Babel. Sementara itu, anggota DPRD Provinsi, Kasbiransyah, SH, juga menyampaikan keprihatinannya atas permasalahan kepemimpinan yang tak kunjung membaik.

Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, yang hadir melalui konferensi video, menyoroti potensi pariwisata Babel, hambatan bagi calon independen, serta pentingnya etika kepemimpinan.

Ia juga menyinggung akar masalah disharmoni kepemimpinan yang mungkin berasal dari kepentingan tertentu saat pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Mantan Wakil Gubernur Babel, Ir. Suryadi Saman, menyoroti masalah kesetaraan antara Pulau Bangka dan Belitung serta pentingnya mengakhiri konflik antara Gubernur dan Wakil Gubernur. H. Muhammad Muas, SH, mantan anggota DPRD RI, menekankan bahwa partai pengusung seharusnya berperan aktif dalam menyelesaikan masalah disharmoni ini.

Wakil Gubernur Babel, Heliyana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dan memohon maaf atas disharmonisasi yang terjadi. Ia mengungkapkan berbagai hambatan yang dialaminya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur.

Dukungan untuk Wakil Gubernur

Diskusi ini menjadi wadah bagi para tokoh Belitung untuk memberikan dukungan kepada Wakil Gubernur Heliyana. Banyak peserta yang menyampaikan solidaritas dan keprihatinan atas situasi yang dialami oleh Heliyana.

Acara ini berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, diharapkan dari diskusi ini dapat menjadi momentum untuk mencari solusi atas permasalahan kepemimpinan yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Diskusi Terbatas di Belitung Ungkap Disharmoni Kepemimpinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Media Daulat Rakyat