Intisari Berita
- Konsep ‘Kakak Asuh’ dianggap sebagai kunci untuk mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih.
- Banyak pengurus KDKMP yang baru pertama kali berkoperasi sehingga membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola.
- Pemerintah menargetkan 20.000 KDKMP terverifikasi secara nasional hingga akhir Januari 2026.
- TNI turut membantu dalam percepatan verifikasi dan pembentukan KDKMP.
- LPDB telah mengunjungi KDKMP Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, sebagai salah satu contoh Kopdes Merah Putih yang sukses.
Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh negeri. Langkah ini diwujudkan dengan menunjuk sekitar 100 koperasi besar nasional sebagai pembina atau yang disebut ‘kakak asuh’. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperbaiki tata kelola koperasi di tingkat desa.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Krisdianto, menekankan pentingnya konsep ‘Kakak Asuh’ sebagai kunci percepatan operasionalisasi Kopdes Merah Putih.
“Konsep ‘Kakak Asuh’ sangat penting, mengingat banyak pengurus KDKMP yang baru pertama kali berkoperasi sehingga membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola,” ujarnya dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta pada hari Sabtu.
Pemerintah menargetkan untuk memverifikasi 20.000 KDKMP secara nasional hingga akhir Januari 2026. Krisdianto menambahkan bahwa percepatan program KDKMP saat ini menjadi prioritas utama pemerintah.
Presiden telah mengarahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu dalam proses verifikasi dan pembentukan KDKMP.
“Ini bukan sekadar program biasa. Bahkan oleh pimpinan TNI disebut sebagai operasi militer bukan dalam konteks perang, tetapi menunjukkan tingkat keseriusan dan urgensi. Semua unsur pemerintah turun tangan untuk memastikan target dapat tercapai,” kata Krisdianto.
LPDB juga telah melakukan kunjungan ke KDKMP Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, untuk meninjau langsung implementasi konsep ‘Kakak Asuh’ yang telah berjalan. KDKMP Cileunyi Wetan, yang terbentuk pada 26 Mei 2025, menjadi salah satu koperasi percontohan yang sukses dengan berbagai unit usaha seperti gerai sembako, cold storage, apotek, serta layanan simpan pinjam. Koperasi ini juga telah menjalin kerjasama dengan SPPG Cileunyi.
Dengan adanya program ‘Kakak Asuh’ ini, pemerintah berharap KDKMP dapat berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian desa.












