Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Soehadi Hasan Minta Maaf kepada Gubernur Babel dan Janji Cabut Laporan
Img 20251129 222210

Soehadi Hasan Minta Maaf kepada Gubernur Babel dan Janji Cabut Laporan

Intisari Berita

  • Soehadi Hasan, Koordinator KRUMDB, meminta maaf kepada Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, atas tuduhan korupsi yang sebelumnya ia lontarkan.
  • Dia mengakui bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan berjanji akan mencabut laporan yang telah dibuat di kepolisian.
  • Tindakan ini diambil setelah Soehadi membuat pernyataan yang menuduh Hidayat Arsani terlibat korupsi, yang kemudian memicu laporan balik dari sang gubernur atas tuduhan pencemaran nama baik.

Tanjung pandan Belitung– Koordinator Komite Reformasi Untuk Masa Depan Belitong (KRUMDB), Soehadi Hasan, akhirnya mengakui kekhilafannya dan secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video singkat yang diterima media pada Sabtu malam, 29 November 2025.

Latar Belakang Tuduhan dan Permintaan Maaf

Sebelumnya, pada beberapa waktu lalu, Soehadi Hasan sempat menandatangani surat pernyataan yang berisi dugaan keterlibatan Hidayat Arsani dalam kasus korupsi sebesar Rp500 miliar. Tuduhan ini kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik, menimbulkan kegaduhan dan ketegangan politik di daerah Bangka Belitung.

Dalam video yang berdurasi singkat tersebut, Soehadi menyampaikan bahwa tuduhan yang tertuang dalam surat pernyataannya adalah kekhilafan dan tuduhan yang tidak berdasar. Ia mengakui bahwa pernyataannya tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

“Saya menyadari bahwa tuduhan yang saya buat dalam surat pernyataan tersebut adalah kekhilafan dan tidak berdasarkan fakta. Oleh karena itu, saya secara resmi meminta maaf kepada Bapak Hidayat Arsani, keluarga beliau, serta seluruh masyarakat Bangka Belitung atas kegaduhan yang telah terjadi,” ujar Soehadi.

Rencana Pencabutan Laporan dan Komitmen untuk Tidak Mengulangi

Selain menyampaikan permintaan maaf, Soehadi Hasan menyatakan bahwa dirinya akan mencabut laporan pengaduan yang pernah dibuat di Mapolres Belitung terkait tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik untuk meredam ketegangan yang terjadi.

“Saya juga akan mencabut laporan pengaduan yang telah saya buat di Mapolres Belitung beberapa waktu lalu. Saya berharap langkah ini dapat menjadi jalan damai dan membuka ruang dialog yang lebih konstruktif ke depannya,” tambahnya.

Soehadi juga menegaskan bahwa terkait masalah hukum yang menimpa Wakil Gubernur Babel, Hellyana, ia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku di Indonesia. Ia menyatakan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan atau kepentingan tertentu.

“Perihal masalah hukum Ibu Wakil Gubernur, saya serahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Biarlah hukum menjadi panglima tertinggi dalam menegakkan keadilan di negara kita,” ujarnya.

Reaksi dan Dampak dari Tuduhan

Tuduhan yang dilayangkan Soehadi terhadap Hidayat Arsani sempat memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Gubernur Hidayat Arsani sendiri merasa dirugikan dan merasa namanya tercemar akibat tuduhan tersebut. Ia langsung melaporkan Soehadi Hasan ke Mapolda Babel atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

Sementara itu, video pernyataan Soehadi yang membacakan surat tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pendukung dan simpatisan kedua belah pihak. Banyak yang menilai bahwa langkah Soehadi untuk meminta maaf dan mencabut laporan merupakan langkah bijak dalam menyelesaikan konflik secara damai dan mengedepankan komunikasi yang sehat.

Konteks Politik dan Harapan Masyarakat

Kasus ini mencerminkan dinamika politik di Bangka Belitung yang cukup kompleks, di mana kepentingan dan kekuasaan sering kali menimbulkan ketegangan. Masyarakat berharap agar semua pihak mampu menyelesaikan permasalahan ini secara dewasa dan mengedepankan prinsip keadilan serta kejujuran.

Pengamat politik lokal menyampaikan bahwa langkah permintaan maaf dan pencabutan laporan ini menunjukkan kedewasaan dari kedua belah pihak dalam menyikapi konflik. Mereka juga berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran agar di masa mendatang, komunikasi dan proses hukum dapat berjalan dengan lebih transparan dan bertanggung jawab.

Dengan langkah ini, diharapkan ketegangan yang sempat terjadi dapat mereda dan fokus pembangunan serta pelayanan masyarakat di Bangka Belitung dapat kembali berjalan dengan baik. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, serta mengedepankan dialog dan musyawarah untuk menyelesaikan perbedaan.

Artikel Terkait

InShot 20260306

Pemdes Cerucuk Gelar Safari Ramadan…

Intisari Berita BADAU, Belitung – Pemerintah…

InShot 20260306

Gubernur Babel Salurkan Bantuan Sembako…

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung –…

InShot 20260306

Puisi Puisi Edy Sukardi

Perjalana Sang Surya KekMau ke manamasih…

Soehadi Hasan Minta Maaf kepada Gubernur Babel dan Janji Cabut Laporan – Media Daulat Rakyat