Intisari Berita
- Pemkab Belitung siapkan antisipasi Nataru 2025-2026 sesuai arahan Mendagri, fokus pada keselamatan lalu lintas, kesiapsiagaan bencana (banjir & longsor), dan pelayanan publik di titik strategis seperti pelabuhan dan jalur wisata.
Tanjungpandan, 1 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Belitung, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Marzuki, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) daring bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Rakor ini berfokus pada antisipasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), diselenggarakan melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Bupati Belitung.
Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, bersama perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Belitung.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan tiga arahan prioritas kepada seluruh Kepala Daerah untuk mendukung kesiapan Nataru:
- Sosialisasi Kelengkapan Berkendara: Menyiapkan sosialisasi kewajiban pemeriksaan kelengkapan berkendara bagi masyarakat.
- Peningkatan Pelaporan Pos Kesehatan: Menghimbau petugas di Pos Pelayanan Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pengisian sistem pelaporan.
- Akses Ambulans Rest Area Tol: Berkoordinasi dengan pengelola rest area tol untuk menyediakan akses khusus ambulans menuju pos pelayanan kesehatan.
Arahan ini bertujuan untuk memperkuat keselamatan lalu lintas dan responsivitas layanan darurat.
Selain itu, Mendagri juga menyoroti prediksi cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Kondisi ini diperkirakan melanda wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Menanggapi prediksi tersebut, Pemkab Belitung akan mengintegrasikan mitigasi banjir dan longsor ke dalam rencana operasional Nataru, mengingat potensi dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan operasional posko kesehatan.
Secara nasional, sebanyak 2.701 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi se-Indonesia selama periode Nataru 2025-2026.
Pemkab Belitung, bekerja sama dengan instansi terkait, akan mendirikan posko di titik-titik strategis seperti pelabuhan, jalur wisata utama, dan akses darat untuk melayani wisatawan dan warga lokal.
Implementasi arahan Mendagri ini akan melibatkan sinergi lintas instansi daerah, termasuk OPD terkait, melalui sosialisasi intensif di media lokal, penguatan infrastruktur pendukung, dan monitoring real-time.
Upaya ini bertujuan untuk mencegah kemacetan dan menangani kejadian darurat, sekaligus menjaga kelancaran pelayanan publik selama periode libur panjang Nataru yang diprediksi akan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.












