Intisari Berita
- Meski sudah dua kali diusulkan, nama H. AS Hanandjoeddin belum juga tercatat sebagai pahlawan nasional.Kini, dengan data yang semakin lengkap dan dukungan publik yang terus digaungkan, peluang itu dinilai semakin terbuka.
Pangkalpinang Bangka,-Seminar di Universitas Bangka Belitung, Selasa siang itu, semangat kepahlawanan kembali bergema. Nama H. AS Hanandjoeddin—tokoh yang dikenal sebagai pejuang dan figur penting bagi masyarakat Belitung—menjadi pusat perhatian.
Darmansyah Husein, anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdiri di depan hadirin dengan nada penuh keyakinan. Baginya, pengusulan Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah perjuangan yang harus terus digaungkan.
“Semangatnya harus digaungkan kembali,” ujarnya, menekankan bahwa dukungan publik adalah kunci agar pengusulan ini mendapat restu dari pemerintah pusat.
Dukungan Sosial Menentukan
Menurut Darmansyah, kelengkapan data sejarah dan akademis mengenai kiprah Hanandjoeddin sudah sangat memadai. Namun, perjuangan belum selesai. Aspek sosiologis dan populis—dukungan nyata dari masyarakat—masih perlu diperkuat.
Di sinilah peran media dan mahasiswa menjadi penting. Melalui kampanye di media sosial, suara dukungan bisa menjangkau lebih luas, memperlihatkan bahwa masyarakat Bangka Belitung benar-benar menginginkan tokoh mereka diakui sebagai pahlawan nasional.
Proses pengusulan ini akan melewati verifikasi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Tim tersebut akan turun langsung ke masyarakat, memastikan apakah dukungan publik sejalan dengan rekomendasi tokoh-tokoh daerah.
Darmansyah optimistis. Baginya, kali ini pengusulan yang sudah dilakukan untuk ketiga kalinya akan membuahkan hasil.
“Saya optimis pengusulan kembali H. AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan akan disetujui. Kali ini full team, jadi harus tetap kita gaungkan,” tegasnya.
Bagi masyarakat Belitung, gelar pahlawan nasional untuk Hanandjoeddin bukan hanya penghargaan atas jasa seorang tokoh, tetapi juga pengakuan terhadap sejarah perjuangan daerah.
Dukungan yang digaungkan dari kampus, media, hingga ruang publik menjadi simbol bahwa semangat kepahlawanan masih hidup, dan nama Hanandjoeddin layak tercatat dalam daftar pahlawan bangsa












