Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Warga Tionghoa Belitung Rayakan Cap Go Meh dengan Sukacita
InShot 20260305

Warga Tionghoa Belitung Rayakan Cap Go Meh dengan Sukacita

Intisari Berita

  • Warga keturunan Tionghoa di Belitung merayakan Cap Go Meh 2026 dengan penuh suka cita sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Tokoh masyarakat Tionghoa Belitung, Ayie Gardiansyah, menjelaskan bahwa tradisi ini telah berlangsung sejak Dinasti Han dan terus dilestarikan hingga kini. Dahulu Cap Go Meh menandai musim tanam, sementara kini menjadi momentum kembali ke profesi masing-masing setelah Imlek.
  • Perayaan biasanya diawali dengan membersihkan tempat ibadah dan dilanjutkan persembahyangan malam. Ayie berharap Cap Go Meh membawa kebaikan, keselamatan, serta kesuksesan, sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas pencapaian tahun lalu. Tahun ini, peringatan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga diharapkan semakin memperkuat kebahagiaan, keharmonisan, dan kerukunan masyarakat.

Belitung – Warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merayakan Cap Go Meh 2026 dengan penuh suka cita.

Tokoh masyarakat Tionghoa Belitung, Ayie Gardiansyah, di Tanjungpandan, Selasa, menjelaskan bahwa Cap Go Meh diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek sekaligus menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

“Cap Go Meh adalah peringatan dari penutupan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek,” katanya.

Tradisi Turun-Temurun
Ayie menuturkan, perayaan Cap Go Meh selalu berlangsung meriah dengan hiasan lampion yang menghiasi berbagai sudut. Tradisi ini telah dilaksanakan sejak masa Dinasti Han (206 SM–221 M) dan terus dilestarikan secara turun-temurun hingga kini.

Dahulu, Cap Go Meh juga menandai datangnya musim tanam. Para petani menyambutnya dengan suka ria karena kembali bekerja di sawah dan ladang. “Kalau sekarang, kita kembali ke profesi masing-masing usai perayaan Imlek,” ujarnya.

Rangkaian Perayaan
Biasanya, Cap Go Meh diawali dengan kegiatan membersihkan tempat ibadah, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan pada malam hari.

Ayie berharap perayaan tahun ini membawa kebaikan, keselamatan, dan kesuksesan di masa mendatang. “Cap Go Meh juga menjadi manifestasi rasa syukur atas pencapaian tahun lalu, dengan harapan tahun berikutnya lebih baik lagi dalam kebahagiaan, keharmonisan, maupun kerukunan. Apalagi peringatan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan,” katanya.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…