Media Daulat Rakyat

InShot 20260314

Puisi Puisi Edy Sukardi

Merasa tau

ESu

Mau pamer apa kamu
mau pamer buah
yang mengantung di dahan
yang tinggi

Jangan dulu
Tancapkan dulu akarmu
ke dalam kegelapan
perut bumi
sunyi

Jangan jadi pohon
yang mengharap puji
ingin dilihat dan disanjung
tinggi
akan mudah tumbang
oleh angin sepoi

Jadilah pohon
yang rindu pada Tuhan
akar kokoh masuk
ke dalam
Ia berdiri tegak
walau tak ada kamera
tak ada sambutan
gegap gempita

Jangan mudah merasa tau
baru satu dua langkah
seakan sudsh sampai
pada maksud yang dituju

Itu baru pembukaan
pengantar untuk sampai
pada pemahaman
jangan dulu sampai
pada kesimpulan

Pada malam qadar
malam yang mulia
malam seribu bulan
Kami turunkan al qur’an

Ia bertanya
Apakah malam qadar itu
tanya yang membuka mata
tanya yang menggugah rasa
tanya yang menggelitik logika
tanya yang mendidik jiwa
Lalu Dia menjelaskan makna
dan maksud diturunkannya
Al quran

Untuk mewujudkan sejahtera
melahirkan damai
damai di hati
damai di bumi

Salamun hiyya hatta matlail fajr

14 Maret 2026
Limau 2 kby Baru

  • DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
  • Sastrawan Indonesia
SnapInsta Ai
SnapInsta Ai

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…