
Mentaripun Pamit
ESuMentari yang siang tadi
panasnya begitu garang
kini melunak
dalam pelukan petang
Ia memancarkan sinar kelembutan
menghapus
sisa-sisa kelelahan
Keindahan mentari sore
bisa dilihat dengan
mata telanjang
tanpa silau
tanpa rasa bimbang
Lantaran kemarau
pohon-pohon di tepi jalan
mulai meranggas
daun-daun berguguran
tanpa rasa dendam
dan ranting-ranting
mulai mengering
namun ia tetap tegak
berdiri dengan sabar
menanti kelak hujan berkabar
Hatipun bergetar
seraya berzikir melapal
kalimat pasrah
kalimat puji
Subhanallah, walhamdulillah
wala ilaha illallah
Allahu Akbar
Engkau di mana
masih berkelana
Aku sudah di sini
sidah tiba
di rumah cinta
Tol Cipali jelang senja
2 Agustus 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














