
Siapa lagi yang kau tunggu
ESu
Sesudah sepuluh tahun
babak belur
kau masih toleransi
biarlah kita tunggu
dia berlalu
ternyata penggantinya
sama saja
masih saja seperti
yang lalu
tak sama persis sih
tapi tetap saja
kau gemas
kecewa
Tak bisa kau titip
harapan dan keinginanmu
pada mereka
Lalu kau bilaang
Barangkali
masih ada harapan
di sepuluh tahun ke depan
Ah pasti
gantinya sama lagi
itu lagi
berulang lagi
kecewa lagi
Makanya jangan
pernah menitip nasibmu
pada orang lain
pada mereka yang
tak jelas prinsip hidupnya
tak hendak ia
membela kamu
Jadi
Aku harus bagaimana
dong
…
Entahlah
Umbara, 8 Agustus 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














