TANJUNGPANDAN, MEDIA DAULAT RAKYAT – Dilantik Presiden Prabowo Subianto bersama 480 kepala daerah lain di Istana Negara 20 Februari 2025, pasangan Djoni Alamsyah Hidayat – Syamsir (peraih 51.315 suara / 52,54% Pilkada 2024) langsung tancap gas dengan visi pariwisata sebagai motor ekonomi.
1. Program 100 Hari: Fokus Tata Kelola dan Visi
Dalam Rapat Paripurna DPRD 4 Maret 2025, Djoni memaparkan program 100 hari kerja yang menekankan pembangunan berkelanjutan, inovatif dan berpihak pada masyarakat. Senator Babel Darmansyah Husein yang juga mantan Bupati Belitung menilai ini sebagai fondasi penting.
2. Jurus ATM untuk Pariwisata
Ini yang paling khas dari Djoni. Ia tidak ingin Belitung terjebak kajian konsep panjang. Ia pakai prinsip ATM – Amati, Tiru, Modifikasi dari Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.
“Tidak usah terlalu banyak membuat konsep yang masih perlu kajian. Kita setuju pakai prinsip ATM. Amati, tiru, modifikasi. Itu saja,” kata Djoni (30/9/2026).
Tindak lanjutnya: Pemisahan fungsi Pelabuhan Tanjung Batu untuk logistik/kontainer dan Tanjungpandan untuk pariwisata/penumpang, serta pengembangan destinasi unggulan berbasis budaya lokal.
3. Ujian Terberat: Krisis BBM dan Integritas
Sepanjang 2025-2026, Belitung dilanda antrean panjang BBM. Djoni mengambil langkah tidak populer tapi dianggap evaluasi:
- Mendorong tambahan kuota 127.750 KL/tahun ke BPH Migas dan mempercepat frekuensi kapal tanker dari 3-4 hari menjadi 2 hari sekali.
- Uji coba sistem ganjil-genap (21 September 2026) lalu dicabut setelah 3 hari karena memicu panic buying.
- Pernyataan tegas: “Mencabut kebijakan yang tidak efektif bukan berarti pemerintah bingung, tetapi bentuk evaluasi berdasarkan fakta.” (24/9/2026)
Ia juga menyoroti akar masalah: stok pengaman hanya 5 hari, plus praktik QR Code palsu dan pelangsiran. Pesannya: “Pertalite bersubsidi adalah amanah untuk rakyat, bukan kesempatan mencari keuntungan.”
4. RAPBD 2027 Tembus Rp1,009 Triliun
Ini capaian fiskal terbesar:
- Pendapatan Rp955,23 M, Belanja Rp1,009 T, PAD Rp216 M, tumbuh 9,8% YoY.
- Empat pilar: Pertumbuhan Ekonomi (target 5% di 2027 menuju 8% di 2029), SDM, Infrastruktur Merata, dan Tata Kelola.
- Pendidikan Rp246,78 M (24,46% dari belanja, di atas mandatory 20%) dan kesehatan jadi jangkar. APBD 2026 surplus pun banyak diarahkan untuk penguatan RSUD agar bisa melayani pasien dari luar daerah.
- Pariwisata ditetapkan sebagai super prioritas di RAPBD 2027.
5. Kolaborasi dan Kamtibmas
- Agustus 2026: Apresiasi TNI Batalyon 845/Ksatria Satam dan Kodim 0414 dalam pemadaman Karhutla Desa Keciput.
- September 2026: Mengawal Pilkades serentak 13 desa (80 TPS, 18.450 pemilih) dengan pesan “Beda pilihan jangan jadi perpecahan. Pilkades sehari, bertetangga selamanya.”
Kesimpulan 20 Bulan:
Jika Beltim fokus pada disiplin ASN dan bantuan sosial pribadi, Kabupaten Belitung di bawah Djoni lebih terlihat pada penataan pariwisata dengan prinsip ATM dan manajemen krisis distribusi BBM serta penguatan fiskal daerah yang menembus Rp1 Triliun.
Fase 100 hari sudah lewat, kini masuk fase pembuktian apakah pariwisata benar-benar bisa menjadi mesin pertumbuhan 5% di 2027 seperti yang ditargetkan.
Penulis l Editor : Akhlanudin












