
MEDIA DAULAT RAKYAT Tanjung Pandan, 22 Agustus 2026 – Sebanyak 61 warga Belitung menjalani operasi katarak gratis dengan teknologi laser di RSUD Marsidi Judono pada hari pertama, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini bagian dari gerakan peduli kesehatan mata Matahati yang digelar 21-23 Agustus 2026.
Program ini merupakan warisan almarhum Pandji Wisaksana yang kini diteruskan oleh putranya, Stephen Pandji.
Target 101 Pasien, Hari Pertama Tembus 61 Orang
Bakti sosial ini digagas PERDAMI bersama RSMJ, Yayasan Sosial Budhi Bhakti, dan dukungan Kompas Gramedia.
Dari target 101 pasien, bertepatan dengan peringatan 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, hari pertama sudah melayani 61 orang. Operasi dilakukan dengan sistem laser agar pemulihan lebih cepat.
“Program ini akan berlanjut pada tahap berikutnya agar lebih banyak masyarakat dapat terbebas dari kebutaan akibat katarak,” ujar panitia.
Kisah di Balik “Matahati”
Almarhum Pandji Wisaksana dikenal sebagai Pemrakarsa dan Penasihat Matahati, Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Lions Indonesia, serta PDG District 307 A1 tahun 1982-1983.
Gerakan ini lahir dari kisah pribadi. Kakek Pandji Wisaksana, seorang buruh migran Tionghoa, mengalami kebutaan saat bekerja di pertambangan timah tradisional pada masa kolonial Belanda.
“Warisan kasih yang terus hidup adalah inspirasi besar dari ayah saya. Beliau ingin agar orang-orang terbebas dari kebutaan dan bisa melihat dunia dengan baik,” ujar Stephen Pandji di sela pemeriksaan tensi pasien sebelum operasi.
Dukungan Pemkab Belitung
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Belitung, Jhony Alamsyah. Yang menarik, putra Bupati turut menjadi relawan dalam tim dokter mata yang mengoperasi pasien.
Kehadiran keluarga bupati ini menambah semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Belitung.
Pendaftaran Tahap Berikutnya
Masyarakat yang ingin ikut program lanjutan bisa mendaftar melalui nomor 0812 7174 882.
Lokasi tetap di RSUD Marsidi Judono, Tanjung Pandan, Belitung.
Laporan : Sudharma Yuda












