MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 30 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional /Baznas/ Kabupaten Belitung menggagas program “sedekah sampah bernilai ekonomi”. Program ini hadir sebagai solusi ganda untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus menyalurkan hasil daur ulang menjadi infak dan sedekah untuk program kemanusiaan.
Ketua Baznas Belitung Firmansyah menegaskan masyarakat kini bisa bersedekah melalui sampah terpilah yang masih memiliki nilai jual.
Mekanisme Program Sedekah Sampah
Baznas Belitung menerima beberapa jenis sampah yang dapat didaur ulang, di antaranya sampah plastik, kertas, botol, kaleng, dan gelas plastik.
Untuk mekanisme pengumpulan, masyarakat memiliki dua pilihan.
“Sampah bisa diantar langsung ke kantor Baznas Belitung atau kami jemput dari rumah, dengan syarat sudah dipilah terlebih dahulu,” kata Firmansyah.
Nilai ekonomi dari hasil penjualan sampah tersebut kemudian dihitung sebagai infak atau sedekah. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk program kemanusiaan dan kemasyarakatan Baznas Belitung.
Ajakan Inklusif untuk Masyarakat
Firmansyah mengajak masyarakat ikut berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus menunaikan sedekah.
“Baznas Belitung berinisiatif mengajak masyarakat untuk berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus bersedekah melalui sampah yang masih memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini membuka akses sedekah bagi semua kalangan.
“Jangan berkecil hati jika tidak bisa bersedekah berupa uang ataupun lainnya. Dengan sampah yang bisa didaur ulang, kita tetap bisa bersedekah. Semoga menjadi sedekah yang berkah dan membuat hati bahagia,” ucap Firmansyah.
“Insya Allah hasilnya akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan atau program-program yang ada di Baznas Belitung tentunya program yang menyentuh langsung masyarakat Belitung,” tambahnya.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Program ini diharapkan memberi 3 dampak utama:
- Pengurangan sampah: Menekan volume sampah rumah tangga yang berakhir di TPA
- Pemberdayaan ekonomi: Memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui sampah yang selama ini dianggap tidak berguna
- Sedekah inklusif: Membuka peluang bersedekah bagi masyarakat yang belum mampu secara finansial
Analisis
Dengan menggabungkan isu lingkungan dan nilai sosial-keagamaan, Baznas Belitung memperluas partisipasi masyarakat dalam berzakat dan bersedekah.
Strategi ini dinilai bisa menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi masalah sampah sekaligus ingin memperkuat solidaritas sosial.












