MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR , 31 Agustus 2026 – Kehadiran puluhan wartawan dalam rapat pembahasan penolakan aktivitas tambang PT KCL di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan Sekretaris Daerah Beltim.
Rapat yang digelar untuk menampung aspirasi masyarakat terkait rencana tambang itu berlangsung alot. Namun fokus Sekda justru tertuju pada jumlah awak media yang meliput.
Sekda Soroti Kehadiran Media
Dalam rapat tersebut, Sekda Beltim mempertanyakan alasan banyaknya wartawan yang hadir.
“Pertanyaan ini muncul karena rapat bersifat internal pembahasan aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan pemberitaan tetap berimbang dan tidak memicu keresahan,” ujar Sekda Beltim dalam forum tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap pers. Namun perlu ada mekanisme agar rapat-rapat krusial tidak disalahartikan atau dipotong konteksnya.
Latar Belakang Penolakan Tambang PT KCL
Warga Beltim menolak kehadiran PT KCL dengan alasan dampak lingkungan, laut, dan mata pencaharian nelayan. Isu tambang di Belitung Timur memang sensitif karena daerah ini sudah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata.
DPRD Beltim sebelumnya juga mendesak Pemda tegas menolak pembukaan tambang baru. Mereka khawatir jika satu perusahaan dibuka, maka akan memicu masuknya perusahaan lain.
Tanggapan Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT KCL terkait penolakan tersebut. Sementara itu, organisasi wartawan di Beltim menyatakan siap menjaga kode etik jurnalistik dalam peliputan.
“Tugas kami meliput dan menyampaikan informasi ke publik. Kami berharap Pemda juga memahami fungsi pers sebagai kontrol sosial,” kata salah satu wartawan yang hadir.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Rapat selanjutnya dijadwalkan melibatkan unsur Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, dan perwakilan perusahaan












