Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • BPS: Inflasi Tanjungpandan Agustus 2026 Capai 0,56 Persen, Harga Ikan Laut Melonjak
InShot 20260902

BPS: Inflasi Tanjungpandan Agustus 2026 Capai 0,56 Persen, Harga Ikan Laut Melonjak

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 2 September 2026 – Badan Pusat Statistik /BPS/ Kabupaten Belitung mencatat inflasi di Tanjungpandan pada Agustus 2026 sebesar 0,56 persen secara bulanan. Secara tahunan inflasi mencapai 3,53 persen, sementara inflasi tahun kalender tercatat 1,98 persen.

Kenaikan harga ikan laut akibat cuaca buruk menjadi pendorong utama inflasi, meskipun harga tiket pesawat justru mengalami penurunan.

Rangkuman Fakta Utama
Indikator Angka
Inflasi Agustus 2026 (mtm) 0,56 persen
Inflasi year to year 3,53 persen
Inflasi tahun kalender 1,98 persen
Faktor pendorong Harga ikan laut naik karena cuaca buruk
Faktor penekan Harga tiket pesawat turun karena avtur & fuel surcharge turun

Baiq Kurniawati, Kepala BPS Belitung menjelaskan penyebab inflasi bulan Agustus.

“Tanjungpandan mengalami inflasi bulan ke bulan di Agustus 2026 sebesar 0,56 persen.”

Terkait komoditas ikan, Baiq menyebut cuaca ekstrem menjadi biang keroknya.

“Cuaca buruk tinggi yang melanda perairan di sepanjang Agustus 2026 membuat banyak nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan. Sehingga harga berbagai jenis ikan laut melonjak.”

Sementara untuk transportasi udara, ada kabar baik.

“Harga tiket pesawat Belitung–Jakarta maupun Belitung–Pangkalpinang turun sejak Agustus 2026.”

Analisis Konteks

  1. Sektor perikanan: Angin kencang dan gelombang tinggi membuat pasokan ikan segar berkurang drastis. Akibatnya harga ikan di pasar lokal naik tajam.
  2. Sektor transportasi udara: Penurunan harga avtur dan fuel surcharge membuat tiket pesawat rute utama Belitung–Jakarta dan Belitung–Pangkalpinang turun. Ini membantu menahan laju inflasi.
  3. Dampak sosial-ekonomi: Masyarakat pesisir terdampak langsung karena nelayan berkurang melaut sehingga pendapatan menurun. Di sisi lain konsumen harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan protein dari ikan.

Implikasi Kebijakan

  • Pemerintah daerah perlu menyiapkan mitigasi dampak cuaca ekstrem bagi nelayan, seperti bantuan logistik, jaring pengaman sosial, atau diversifikasi sumber pangan.
  • Konsumen di Tanjungpandan harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan protein.
  • Transportasi udara yang lebih murah bisa menjadi peluang untuk meningkatkan mobilitas warga dan menggerakkan sektor pariwisata, sehingga dapat menyeimbangkan tekanan inflasi dari sektor pangan.

Artikel Terkait

InShot 20260902

Defisit APBD Belitung 2026 Membengkak…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 2 September…

InShot 20260902

PMI Belitung Pinjamkan 7 Tandon…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 2 September…

File 00000000c50081faadea28a59565f5b3

Buku “Praksis Profetik Kiai Ahmad…

MEDIA DAULAT RAKYAT YOGYAKARTA, 2 September…