MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 5 September 2026 – Bupati Belitung Timur Kamaruddin Muten tercatat memiliki harta kekayaan Rp158,1 miliar berdasarkan LHKPN 2026. Angka tersebut menjadikannya pejabat terkaya di Bangka Belitung.
Paradoks muncul karena pada tahun yang sama, Belitung Timur justru masuk kategori kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi tersebut.
Rincian Kekayaan 2026
Berdasarkan LHKPN 2026, total kekayaan Kamaruddin Muten mencapai Rp158,1 miliar.
Rinciannya:
- Tanah & bangunan: Masih menjadi komponen terbesar. Tersebar di Belitung, Belitung Timur, Bangka Tengah, dan Jakarta.
- Kendaraan mewah: Rp1,8 miliar
Toyota Alphard 2016 dan Honda Jeep 2023 - Harta bergerak lain: Rp7,14 miliar
Meliputi perhiasan, jam tangan, dan aset bergerak lainnya - Kas & setara kas: Sekitar Rp23 miliar
- Investasi lain: Properti dan aset finansial tambahan yang memperkuat total kekayaan
Komitmen LHKPN & Integritas
Kamaruddin menegaskan seluruh ASN Beltim wajib melaporkan harta kekayaan paling lambat 31 Maret 2026.
Pemkab Beltim juga meraih apresiasi dari Kemenpan RB karena menjadi satu-satunya kabupaten di Babel dengan kepatuhan 100% dalam pelaporan LHKPN/LHKAN pada 2025.
Kamaruddin Muten menyatakan:
“Pelaporan wajib disampaikan tepat waktu. Ini soal integritas dan tanggung jawab kita sebagai penyelenggara negara.”
Konteks Sosial & Ekonomi: Paradoks Beltim
Data BPS Babel 2026 mencatat Belitung Timur memiliki persentase penduduk miskin tertinggi di provinsi.
Kondisi ini menyoroti adanya ketimpangan ekonomi. Di satu sisi dipimpin bupati terkaya di Babel, di sisi lain daerahnya masih bergulat dengan kemiskinan.
Analisis: Kekayaan elite politik tidak otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Efektivitas kebijakan daerah menjadi sorotan publik.
Kesimpulan
Kamaruddin Muten pada 2026 adalah figur dengan kekayaan pribadi Rp158,1 miliar, namun memimpin daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Bangka Belitung.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius tentang distribusi kesejahteraan dan efektivitas kebijakan daerah ke depan.












