
Semua ingin jadi Raja
ESuDi negri yang riuh dengan ambisi
banyak orang menempa
mahkota dari besi
memahat singgasana
dari mimpi
Ia lupa bumi ini
adalah tempat kembali
yang sunyi
Semua ingin jadi raja
raja apa saja
pokoknya raja
ada tahta
ada mahkota
kenakan pakaian kebesaran
bersulam sutra
Di sini
di negri ini
tahta sejati kehilangan
teladan
Sabda Pandito ratu
tak lagi didengar
rakyat kehilangan pegangan
kemana mesti meminta
pertimbangan
Para tokoh
pemuka adat yang
berprilaku culas
menjadi makelar
jual gelar dan silsilah
Ada gelar adat dan penobatan
ada upacara kepalsuan
Para penjaga
kearifan lokal meradang
menolak tunduk pada
kehormatan yang diperjualbelikan
Kekuasaan kini
tak ubahnya stan destinasi wisata
Pakaian kebesaran dan mahkota raja disewakan
perjam
Mereka mengantri, berpose gagah, menghadap kamera
membeli ilusi kejayaan
yang habis saat durasinya sirna
Dari sudut malam
yang paling jelita
kulihat mahkota palsu itu
melehoy tak bisa lagi
di taruh di atas kepala
Sementara mereka
makin sibuk saja belanja
di warung dunia
Aku memilih jadi hamba
bagi sepi yang merdeka
Sambil menulis
kisah raja-raja yang lupa
cara bahagia
Pisangan Timur
5 September 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













