MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 5 September 2026 – Fenomena El Niño 2026 diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam 70 tahun terakhir. PBB melalui WMO telah mengeluarkan peringatan global tentang risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan krisis pangan yang mendesak.
Ringkasan Peringatan
- Kekuatan: El Niño 2026 diproyeksikan sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah modern, dengan potensi dampak besar pada pangan, air, dan kesehatan.
- Peluang Terbentuk: WMO /PBB/ memperkirakan peluang terbentuknya El Niño mencapai 90% sebelum November 2026.
- Wilayah Rawan: FAO memetakan risiko kekeringan tinggi di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Tengah.
Antonio Guterres, Sekjen PBB:
“Kondisi El Niño akan menambah bahan bakar pada api pemanasan global.”
Dampak Utama
- Kekeringan & Krisis Air: BMKG memperingatkan sejumlah wilayah Indonesia berisiko tinggi, meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Papua Selatan.
- Gangguan Pangan: FAO mencatat peluang gagal panen >50% di beberapa kawasan. Pada El Niño 1997–1998, Filipina kehilangan 27% produksi beras dan 44% jagung.
- Cuaca Ekstrem: Risiko banjir di pesisir Pasifik Amerika Selatan, gelombang panas di Asia & Afrika, serta kebakaran hutan di Indonesia.
Antonio Guterres /PBB/:
“Dunia harus menyikapinya sebagai peringatan iklim yang mendesak.”
FAO:
“A powerful El Niño is building at a dangerous moment for global food security.”
Paul Roundy, SUNY Albany:
“Terdapat potensi nyata akan terjadinya peristiwa El Niño terkuat dalam 140 tahun terakhir.”
Perbandingan El Niño
Periode Kekuatan Dampak Utama
1997–1998 Sangat kuat Penurunan produksi pangan Asia Tenggara
2015–2016 Kuat Kerugian panen Filipina 1,48 juta ton
2023–2024 Salah satu 5 terkuat Rekor suhu global 2024
2026 /prediksi/ Terkuat 70–140 tahun Krisis pangan global, kekeringan luas
Risiko & Langkah Antisipasi
- Indonesia: Waspada kekeringan, kebakaran hutan, dan krisis air bersih
- Pertanian: Perlu elektrifikasi irigasi dan diversifikasi tanaman tahan kering
- Global: Potensi peningkatan harga pangan, migrasi, dan konflik sumber daya
BMKG dan BNPB mengimbau pemerintah daerah segera menyiapkan cadangan air, pola tanam alternatif, serta patroli karhutla menjelang puncak musim kemarau akhir 2026.
-l












