
Lapaskan bebanmu
ESuKau pemilik sebidang tanah
di dalam dada
tempat benih-benih takdir
tumbuh menjadi nyata
mengapa kau menyiramnya
dengan air tuba
membiarkan kebencian
hingga ke akar-akar belantara
Tak bisa kau mengharap
mawar akan merekah
jika setiap hari kau siram
tanahmu dengan amarah
tanah kian mengeras
retak
gersang
menyisakan sunyi
yang panjang
Dendam yang kau rawat
tak pernah melukai
musuhmu
perlahan ia akan meracuni
sumur air di batinmu
Kupu-kupu kedamaian
enggan datang mendekat
pada kelopak hati yang layu
dan terasa pekat
Cangkul kembali
tanahmu yang gersang itu
sirami dengan air
keikhlasan
Kehidupan sungguh
akan datang
saat kau mengizinkan
bungamu tumbuh
tak ada lagi perang
Tak guna hujan
jika kemarau di hatimu
belum lagi kau siram
Pisangan Timur
13 September 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













