
MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 16 September 2026 – Kabupaten Belitung Timur menghadapi kekurangan serius tenaga pengajar Aparatur Sipil Negara (ASN). Total defisit mencapai 235 guru ASN di jenjang TK, SD, dan SMP, dengan kondisi paling kritis di jenjang SD Negeri yang kekurangan 188 guru.
Kekurangan ini membuat rasio guru dan kelas tidak ideal dan meningkatkan beban jam mengajar guru yang ada.
Kondisi Kekurangan Guru ASN
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Belitung Timur, total kebutuhan guru ASN di tiga jenjang adalah 1.228 orang, namun baru tersedia 993 orang.
Rinciannya:
- Total Kekurangan: 235 guru ASN
- Jenjang SD: Kekurangan 188 guru ASN dari kebutuhan 883 orang (tersedia 696 orang)
- Jenjang SMP: Kekurangan 37 guru ASN dari kebutuhan 345 orang
- Jenjang TK: Sisanya kekurangan di jenjang TK
Rincian SD Negeri: Guru Kelas Jebol 125 Orang
Di jenjang SD Negeri, dua posisi paling kritis adalah Guru Kelas dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
- Guru Kelas: Kekurangan 125 orang (tersedia 542 orang, kebutuhan 667 orang)
- Guru PAI: Kekurangan 47 orang (tersedia 61 orang, kebutuhan 108 orang)
- Guru PJOK: Kekurangan 16 orang (tersedia 92 orang, kebutuhan 108 orang)
Artinya, satu guru kelas harus menangani lebih dari satu rombongan belajar, terutama di sekolah dengan jumlah siswa banyak.
Rincian SMP Negeri: BK dan Bahasa Inggris Langka
Di jenjang SMP Negeri, kekurangan tersebar di beberapa mapel:
- Guru BK (Bimbingan Konseling): Kekurangan 9 orang (tersedia 26, kebutuhan 35)
- Guru Bahasa Inggris: Kekurangan 6 orang
- Guru TIK: Kekurangan 6 orang
- Guru IPA: Kekurangan 5 orang
- Guru Penjaskes: Kekurangan 4 orang
- Guru PAI: Kekurangan 4 orang
- Guru Matematika, Bahasa Indonesia, PKn: Masing-masing kekurangan 1 orang
Kekurangan Guru BK dikhawatirkan berdampak pada pendampingan karakter dan kesehatan mental siswa SMP yang sangat membutuhkan bimbingan.
Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur, Sabarudin, membenarkan kondisi tersebut.
“Untuk jenjang SD Negeri, ketersediaan guru ASN kita saat ini berada di angka 696 orang. Sementara kebutuhan di lapangan mencapai 883 orang. Jadi kita masih kekurangan sebanyak 188 guru ASN,” ujar Sabarudin.
Ia menambahkan, kekurangan paling banyak memang di guru kelas dan agama.
“Di jenjang SD, paling banyak itu kurangnya di Guru Kelas dan Guru Agama Islam. Kekurangan ini selama ini diantisipasi dengan mengoptimalkan tenaga pendidik yang ada agar proses belajar mengajar di kelas tetap berjalan,” jelasnya.
Dampak dan Antisipasi Sementara
Kekurangan ini menimbulkan sejumlah dampak:
1. Rasio Tidak Ideal: Beban jam pelajaran guru meningkat, kualitas pembelajaran terancam menurun.
2. Optimalisasi Tenaga Ada: Dinas Pendidikan terpaksa mengoptimalkan guru yang ada, termasuk guru honorer dan P3K untuk menutup kekosongan.
3. Regrouping Sekolah: Pemerintah daerah mempertimbangkan regrouping atau penggabungan SD dengan jumlah murid minim sebagai strategi efisiensi agar distribusi guru lebih merata.
Arah Kebijakan ke Depan
Dalam dialog terbuka dengan DPD RI beberapa waktu lalu, Pemkab Belitung Timur menegaskan kekurangan guru tidak bisa ditunda penyelesaiannya.
Pemerintah daerah mendorong tiga langkah:
- Rekrutmen ASN dan P3K yang lebih besar untuk formasi guru kelas dan PAI
- Pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok desa
- Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik agar guru betah mengabdi di Belitung Timur
Dinas Pendidikan berharap pemerintah pusat memberikan afirmasi formasi khusus untuk daerah kepulauan seperti Belitung Timur yang sulit menarik guru dari luar daerah.












