
Kursi kecil
ESuKursi kecil itu
kutinggalkan tanpa ragu
bukan karena kalah
bukan karena layu
“Ia sudah tak mau
kalau aku ada di situ”
karena Aku tak mau
menukar kejujuranku
dengan jabatan yang fana
Mereka mengira
Aku telah ditumbangkan
saat aku dicopot dari
kursi kecil kekuasaan
Mereka lupa
Aku tetap pada sikap
berani
menyala
Di ruang itu
Aku pernah berdiri kokoh
menolak tunduk pada angin
yang membuatku roboh
Satu kata kuucapkan
‘benar’ dengan lantang
rupanya menjadi duri
bagi mereka yang bimbang
Biarlah mereka mengunci
pintu-pintu kekuasaan
sementara di atas sana
ada langit yang terbuka
dan tak bisa mereka penjara
Ada upah bagi hati
yang menolak berkhianat
ketenangan yang tak bisa
dibeli oleh mandat
Aku pergi
dengan kepala tegak
meninggalkan dunia
yang penuh sorak
Tiada sesal
tiada benci yang kusimpan
sebab kebenaran
tak butuh segel jabatan
Kini kucium wangi
angin kebebasan
berjalan tenang tanpa
beban kepalsuan
biarlah panggung itu
berganti tuan
Aku pulang membawa
damai dan ketabahan
Sejarah akan mencatat
siapa memegang amanah
hingga tamat
Kutinggalkan kursi itu
tanpa menengok ke belakang
pejuang sejati
tak pernah benar-benar
tumbang
Pisangan Timur
16 Mei 2926
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













