Belitung—Dalam upaya mengendalikan populasi anjing liar yang kian meningkat, Bupati Belitung menggandeng komunitas pecinta hewan untuk mencari solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Langkah ini diambil setelah berbagai laporan mengenai anjing liar yang berkeliaran di kawasan permukiman dan tempat wisata, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.
“Apakah nanti disuntik rabies karena gigitannya berbahaya atau penanganan lewat pengandangan (kerangkeng) melibatkan para pecinta-pecinta hewan,” katanya.
Bupati menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan hewan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak mengorbankan kesejahteraan hewan-hewan ini. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan untuk menemukan solusi yang terbaik,” ujar Bupati Belitung, Senin (26/5/2025,)
Salah satu program yang dirancang adalah sterilisasi anjing liar, yang bertujuan untuk mengendalikan populasi secara manusiawi.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan program adopsi yang akan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di Belitung.
Djoni Alamsyah menilai, keberadaan atau populasi anjing liar di kabupaten Belitung sudah terlalu banyak sehingga meresahkan masyarakat khususnya para pengguna jalan raya sebab dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Sudah banyak pengaduan dari masyarakat dan banyak insiden yang terjadi karena populasi anjing liar terus tumbuh,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan komunitas, diharapkan populasi anjing liar di Belitung dapat dikendalikan tanpa harus menggunakan metode yang merugikan hewan.
Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menjaga kenyamanan warga serta mendukung industri pariwisata yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah.












