Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk H.A.S. Hanandjoeddin Kembali Diajukan oleh TP2GD Babel
Img 20250720 163036

Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk H.A.S. Hanandjoeddin Kembali Diajukan oleh TP2GD Babel

Img 20250720 163036

Manggar, Bangka Belitung — Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengusulkan tokoh pejuang asal Belitung, H.A.S. Hanandjoeddin, sebagai Pahlawan Nasional. Usulan ini melanjutkan upaya yang telah ditempuh pada 2018 dan 2022.

Wakil Ketua DPRD sekaligus Wakil Ketua TP2GD Bangka Belitung, Beliadi, menyampaikan bahwa pengajuan tahun ini dilakukan dengan kelengkapan dokumen yang lebih menyeluruh.

“Kami telah menggelar rapat koordinasi dengan TP2GD Belitung dan Belitung Timur. Pengajuan kali ini ditunjang oleh berkas pendukung yang lebih lengkap,” ujarnya, Minggu (20/7).

Perbaikan dan Kelengkapan Dokumen
TP2GD tengah menyempurnakan syarat yang sebelumnya belum terpenuhi, termasuk biografi tokoh, rekam jejak perjuangan, serta surat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu dokumen penting yang sedang diproses adalah pernyataan dari 17 kepala desa di Trenggalek, yang menyatakan peran Hanandjoeddin dalam perjuangan kemerdekaan di wilayah mereka.

“Kami akan berkonsultasi langsung dengan TP2GP agar seluruh persyaratan terpenuhi sebelum diajukan ke pemerintah pusat,” tambah Beliadi.

Jejak Perjuangan H.A.S. Hanandjoeddin
Lahir di Sungai Samak, Kabupaten Belitung, Hanandjoeddin aktif di Badan Keamanan Rakyat (BKR) Malang, yang kemudian menjadi Divisi III Jawa Timur. Pada Oktober 1945,

ia bergabung dengan BKR Udara yang bertransformasi menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan dipercaya sebagai teknisi lapangan.

Pada Januari 1946, ia menjadi Komandan Pertahanan Teknik Udara Pangkalan Bugis dan berhasil memperbaiki pesawat pengebom Shoki (Ki-48).

Ia juga menyerahkan pesawat Cukiu kepada Sekolah Penerbangan Darurat di Yogyakarta, sehingga dianugerahi pangkat Opsir Muda III (Letnan Muda Udara) oleh Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Saat Agresi Militer Belanda I tahun 1947, Hanandjoeddin menyelamatkan 15 pesawat dari Pangkalan Udara Bugis dan memimpin Sektor I dan II di Front Malang Timur. Pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948,

ia memimpin pasukanimo dan menjabat sebagai Wakil Danlanud Campurdarat setelah pangkalan tersebut direbut Belanda.

Selain kiprahnya di dunia militer, Hanandjoeddin juga menjabat sebagai Bupati Belitung ke-8 periode 1967–1972. Namanya kini diabadikan sebagai nama Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan.

“Melihat jejak perjuangan dan pengabdian beliau, sangat layak jika Hanandjoeddin diberi gelar Pahlawan Nasional,” kata Beliadi.

Artikel Terkait

Oplus

Polda Babel Gagalkan Penyelundupan Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Pangkalpinang, 24 Agustus…

InShot 20260824

LSM Desak Pemerintah Tindak Tegas…

MEDIA DAULAT RAKYAT Jakarta, 24 Agustus…

Oplus

DPR Desak Menhut Raja Juli…

MEDIA DAULAT RAKYAT Jakarta, 24 Agustus…