
Pekanbaru, Riau — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Alexsandro Alvino, siswa kelas 12 dari SMA Metta Maitreya Riau, berhasil meraih penghargaan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem teknologi mereka.
Penghargaan tersebut diberikan melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP), sebuah inisiatif terbuka yang memungkinkan peneliti keamanan independen untuk melaporkan kerentanan sistem.
Alex, yang baru 11 bulan mendalami dunia keamanan siber, berhasil membobol sistem NASA secara etis dan mengungkap titik lemah yang berpotensi membahayakan.
“Saya memang sudah terbiasa belajar coding, tapi baru serius mendalami keamanan siber kurang dari setahun,” ujar Alex melalui akun LinkedIn miliknya.
Nama Alex kini tercatat di platform keamanan global CrowdStream sebagai peneliti yang berhasil berkontribusi dalam pengamanan sistem NASA.
Ia juga menyebutkan bahwa sejauh penelusurannya, belum ada warga Indonesia lain yang pernah menerima penghargaan serupa dari lembaga antariksa tersebut.
Setelah membagikan pencapaiannya di media sosial, Alex mulai menerima berbagai tawaran proyek, termasuk dari instansi pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pendidikan dan berencana melanjutkan ke jenjang kuliah.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung global, bahkan dalam bidang teknologi tingkat tinggi seperti keamanan siber.












