
Di tengah geliat kota Manggar yang dikenal sebagai kota 1001 warung kopi, berdiri sebuah institusi pendidikan yang telah menjadi saksi perjalanan panjang sejarah dan transformasi sosial di Belitung Timur: SMA PERGIB Manggar. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan bagian dari denyut nadi masyarakat Manggar sejak awal kemerdekaan.
Akar Sejarah: Dari Sriwigading ke PERGIB
Sebelum dikenal sebagai SMA PERGIB, sekolah ini bernama SMA Sriwigading, sebuah lembaga pendidikan yang berdiri di masa transisi pasca-kemerdekaan. Pada 1 Oktober 1963, pengelolaan SMA Sriwigading diserahkan kepada Yayasan Pendidikan Giri Bawana (PERGIB), sebuah yayasan lokal yang didirikan untuk memperluas akses pendidikan menengah di wilayah timur Pulau Belitung. Sejak saat itu, nama resmi sekolah berubah menjadi SMA PERGIB Manggar.
Perubahan ini bukan sekadar administratif, melainkan simbol dari semangat kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam membangun pendidikan. Yayasan PERGIB menjadi wadah bagi tokoh-tokoh lokal untuk mengembangkan kurikulum dan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Gedung Bersejarah: Institut Manggar
Gedung pertama SMA PERGIB terletak di Jalan Kartini, Desa Lalang, Manggar. Bangunan ini dulunya dikenal sebagai Institut Manggar, atau oleh masyarakat Belanda disebut De Zeven Heren—merujuk pada tujuh tokoh pendiri lembaga pendidikan tersebut. Gedung ini memiliki nilai historis tinggi karena menjadi pusat pendidikan sejak era kolonial, dan kemudian diadaptasi untuk kebutuhan pendidikan nasional.
Tokoh-Tokoh Pendidikan Lokal
Sejumlah tokoh pendidik legendaris turut membentuk fondasi pendidikan di Manggar, termasuk:
- M. Djaie – dikenal sebagai guru yang mengajar di berbagai jenjang, dari SR hingga SMA.
- Djunaidi Sukardi, Ahmad Abubakar, dan Abubakar Madjid – tokoh-tokoh yang aktif dalam pengembangan kurikulum dan pembinaan siswa.
- Mereka juga terlibat dalam pengajaran di ELS (Europeesche Lagere School) dan Institut Manggar, yang menjadi cikal bakal pendidikan formal di wilayah ini.
Perkembangan dan Status Terkini
Kini, SMA PERGIB Manggar berstatus sebagai sekolah swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah ini telah terakreditasi B berdasarkan SK tahun 2016, dan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pengembangan guru, kurikulum, dan fasilitas.
- Alamat: Jl. Wisma Ria II, Lalang, Manggar, Belitung Timur
- Jenjang: Sekolah Menengah Atas
- Akreditasi: B
- Naungan: Kemdikbud
Peran Sosial dan Budaya
SMA PERGIB tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.
Banyak alumni sekolah ini yang kemudian menjadi tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan pelaku perubahan sosial di Belitung Timur. Kegiatan ekstrakurikuler seperti seni, jurnalistik, dan kepemimpinan telah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.












