
New York, 23 September 2025 — Indonesia akan mencatatkan langkah penting dalam diplomasi internasional dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 20.00 WIB, menandai kembalinya Indonesia ke forum tertinggi PBB setelah absen selama satu dekade.
Kehadiran Indonesia dalam sidang tahun ini menjadi sorotan tersendiri. Berdasarkan data resmi PBB yang dirilis oleh Sekretariat Kabinet, hanya 16 negara yang terdaftar untuk menyampaikan pidato, di antaranya Brazil, Amerika Serikat, Turki, Peru, Yordania, Korea Selatan, Lithuania, Portugal, Slovenia, Kazakhstan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Indonesia akan berdiri sejajar dengan para pemimpin dunia, mempertegas peran strategisnya dalam percaturan global.
Dalam pidatonya, Presiden Indonesia akan mengangkat isu sentral mengenai posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South—kelompok negara berkembang yang aktif mendorong reformasi tata kelola dunia. Fokus utama akan diarahkan pada seruan untuk sistem internasional yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan bersama.
Momen ini juga memiliki nilai historis tersendiri. Presiden akan mengulang jejak diplomasi sang ayah, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang pernah mewakili Indonesia dalam forum PBB pada masa awal kemerdekaan.
Warisan diplomatik ini menjadi simbol kontinuitas komitmen Indonesia dalam membangun tatanan dunia yang berkeadilan.
Sidang Umum PBB ke-80 bukan sekadar ajang formalitas, melainkan panggung istimewa bagi Indonesia untuk kembali bersuara, membangun citra, dan meneguhkan komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan solidaritas global.












