Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Konflik di Media Sosial Berujung Keributan di Rumah Kasatpol PP Pangkalpinang
Inshot 20251220 184530373

Konflik di Media Sosial Berujung Keributan di Rumah Kasatpol PP Pangkalpinang

Intisari Berita

  • ini diduga menulis kalimat provokatif di medsos.
  • Ibu Suri Wakanda bersama Tiwi dan Ama mendatangi rumah Efran.
  • Aksi mereka disiarkan langsung di TikTok, memicu ratusan emak-emak ikut datang.

Pangkalpinang – Perseteruan di dunia maya antara Ibu Suri Wakanda dan Dini, istri Kasatpol PP Pangkalpinang, Efran, akhirnya pecah di dunia nyata. Jumat (19/12/2025) malam sekitar pukul 21.15 WIB, Ibu Suri Wakanda bersama tiga rekannya mendatangi kediaman Efran setelah Dini diduga menuliskan kalimat bernada provokatif di media sosial.

Kronologi Keributan
Kedatangan Ibu Suri Wakanda Cs tidak berlangsung diam-diam. Tiwi dan Ama, dua rekannya, menyiarkan langsung aksi tersebut melalui TikTok Live. Tayangan itu segera viral di kalangan warga Pangkalpinang, khususnya ibu-ibu, yang kemudian berbondong-bondong menuju rumah Kasatpol PP. Dalam hitungan menit, kerumunan ratusan orang terbentuk di lokasi.

Situasi yang memanas membuat aparat Polres Pangkalpinang segera turun tangan. Polisi mengamankan lokasi dan menyarankan agar kedua pihak menyelesaikan perselisihan melalui mediasi di Polresta Pangkalpinang.

Mediasi di Polresta
Sekitar pukul 22.00 WIB, Ibu Suri Wakanda bersama rekannya, serta Efran dan istrinya Dini, tiba di Polresta. Ratusan warga yang sebelumnya mengikuti siaran langsung juga ikut mendatangi kantor polisi, menjadikan suasana malam itu semakin ramai.

Mediasi yang dilakukan aparat kepolisian berlangsung tegang. Kedua pihak bersikeras mempertahankan pendirian masing-masing sehingga upaya damai belum membuahkan hasil.

Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners melalui AKP Singgih Aditya Utama, mengimbau agar konflik segera diakhiri.

“Mari bijak bermedia sosial. Kita harap masing-masing pihak segera berdamai agar tidak berkepanjangan. Polresta siap menjembatani mediasi kembali,” ujar Singgih.

Fenomena Sosial
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana konflik di media sosial dapat dengan cepat merembet ke dunia nyata. Siaran langsung di TikTok bukan hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga pemicu mobilisasi massa dalam waktu singkat.

Fenomena “keributan digital” yang berubah menjadi kerumunan nyata menunjukkan betapa kuat pengaruh media sosial terhadap dinamika sosial masyarakat. Polisi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Hingga berita ini diturunkan, mediasi belum menghasilkan kesepakatan damai. Polresta Pangkalpinang berjanji akan terus menjembatani komunikasi kedua pihak, sembari mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital.

Artikel Terkait

InShot 20260523

Puisi-puisi Edy Sukardi

Bayang-bayang ‘Pak tuasudahlah’ Aku hanya inginberbuatselama…

InShot 20260523

1.000 Warga Belitung Nyirih Massal,…

Belitung – Sebanyak 1.000 warga Belitung…

InShot 20260522

PSI Siap Sambut Jokowi dalam…

Intisari Berita Solo, 20 Mei 2026…