
Jakarta, 31 Mei 2026 — Malam ini langit Indonesia dihiasi fenomena astronomi langka, Blue Moon, yang terjadi ketika dalam satu bulan kalender terdapat dua kali fase Bulan purnama. Setelah purnama pertama muncul pada 1 Mei lalu, kini purnama kedua hadir pada 31 Mei 2026, menjadikannya sebuah peristiwa yang jarang terjadi.
Fenomena Astronomi
- Puncak purnama: terjadi pada pukul 15.45 WIB, meski saat itu Bulan belum tampak jelas karena masih siang.
- Waktu pengamatan terbaik: setelah Matahari terbenam hingga tengah malam, Bulan akan tampak bulat penuh di langit timur.
- Kelangkaan: Blue Moon hanya terjadi setiap 2–3 tahun sekali. Setelah Mei 2026, fenomena serupa baru akan terjadi lagi pada Desember 2028.
Keistimewaan Blue Moon 2026
- Micromoon: Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tampak lebih kecil dan sedikit redup dibanding purnama biasa.
- Dekat dengan Antares: Bulan akan terlihat berdekatan dengan bintang merah terang Antares di rasi Scorpio, menambah keindahan panorama langit malam.
- Momentum spiritual: Fenomena ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2570 BE, sehingga menjadi momen astronomi sekaligus religius yang istimewa bagi umat Buddha.
Perspektif Budaya
Ungkapan “once in a blue moon” dalam bahasa Inggris berarti sesuatu yang sangat jarang terjadi. Fenomena malam ini menjadi pengingat bahwa alam semesta menyimpan kejutan langka yang patut disyukuri dan dinikmati bersama.
Tips Pengamatan
- Lokasi: pilih area terbuka dengan minim polusi cahaya, seperti pantai, pegunungan, atau pedesaan.
- Peralatan: cukup dengan mata telanjang, namun kamera dengan tripod akan membantu mengabadikan momen.
- Cuaca: pastikan langit cerah agar Bulan terlihat jelas.












