Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • ​Bupati Belitung Pastikan Distribusi Pertalite Normal Mulai Besok Pagi, Warga Diimbau Tak ‘Panic Buying’
Oplus

​Bupati Belitung Pastikan Distribusi Pertalite Normal Mulai Besok Pagi, Warga Diimbau Tak ‘Panic Buying’

​MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sempat memicu antrean panjang di wilayah Belitung dipastikan segera berakhir. Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengonfirmasi bahwa distribusi Pertalite ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan kembali normal mulai Selasa pagi (14/7/2026).

​Kepastian ini diperoleh usai jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar rapat koordinasi darurat bersama Sales Branch Manager Pertamina Belitung, Rafli Alhaq, pada Senin (13/7/2026).

Faktor Cuaca Jadi Pemicu Hambatan Pasokan

​Dalam keterangannya, Bupati Djoni Alamsyah menjelaskan bahwa kelangkaan yang terjadi beberapa hari terakhir murni disebabkan oleh faktor alam. Cuaca buruk berupa angin tenggara di perairan menghambat jalur pelayaran kapal tangki pengangkut BBM.

​“Jadi distribusi di depot besar Tanjung Uban ke Bangka ada keterlambatan. Keterlambatan itu karena cuaca angin tenggara,” ujar Djoni, Senin (13/7).

​Meski demikian, pihak Pertamina bergerak cepat untuk mengatasi kendala tersebut. Saat ini, pasokan BBM dalam jumlah besar telah tiba di Pelabuhan Belitung dan siap disalurkan ke masyarakat.

Stok Melimpah, Kapal 1.800 KL Sudah Sandar

​Untuk mengamankan kebutuhan warga, Pemkab Belitung dan Pertamina telah mengamankan pasokan berlapis:

  • Buffer Stock: Sebanyak 350 Kilo Liter (KL) Pertalite saat ini sedang dalam proses pembongkaran untuk mengamankan kebutuhan darurat selama 1,4 hari ke depan.
  • Pasokan Utama: Satu kapal tanker membawa 1.800 KL Pertalite telah bersandar di pelabuhan dan siap melakukan distribusi massal.

Oleh karena itu, Djoni mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik hingga melakukan pembelian secara berlebihan. “Tolong jangan panic buying karena semuanya masih terkendali,” tambahnya.

Dampak Kelangkaan: Harga Eceran Meroket dan UMKM Tercekik

​Sebelum adanya kepastian ini, kelangkaan Pertalite sempat melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi warga. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular panjang di hampir seluruh SPBU di Belitung. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian oknum pengecer.

​Di tingkat pedagang eceran, harga Pertalite sempat meroket hingga Rp13.000 per liter. Bahkan, akibat stok Pertalite kosong total di beberapa titik, sebagian warga dan nelayan terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertamax yang menyentuh harga Rp20.000 per liter.

​Kondisi ini langsung memicu keluhan dari pelaku UMKM dan nelayan lokal yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk mobilitas dan operasional harian mereka.

Perketat Pengawasan di SPBU, Tindak Tegas Pengerit

​Guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan di tingkat hilir, Bupati Belitung menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan dan aparat kepolisian akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) berkala ke sejumlah SPBU.

​Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau aksi para ‘pengerit’ yang membeli BBM subsidi dalam jumlah besar untuk dijual kembali di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Bupati berjanji akan memantau langsung jalannya distribusi mulai besok pagi agar BBM bersubsidi ini benar-benar tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Artikel Terkait

Oplus

Sebut Jaksa Agung ‘Kakak Asuh’,…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA — Kapori…

InShot 20260713

Jaga Ketertiban dan Keselamatan Antrean…

​MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, BELITUNG TIMUR…

InShot 20260713

Hadapi Dinamika Global, Pemkab Belitung…

​MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG…