MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung membidik target besar untuk kemandirian fiskal daerah. Pada tahun 2027, Pemkab Belitung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menembus angka Rp207,72 miliar. Langkah strategis ini akan dicapai melalui optimalisasi berbagai sektor unggulan berbasis potensi lokal.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menegaskan bahwa pencapaian target ini akan diakselerasi lewat pembenahan lima sektor kunci, yaitu pariwisata, perikanan, pertanian modern, ekonomi kreatif, serta hilirisasi sumber daya alam (SDA). Langkah ini diharapkan tidak hanya mendongkrak pendapatan daerah, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami terus gencar menggali potensi yang sah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan tahun 2027 mencapai Rp207,72 miliar,” ujar Bupati Belitung Djoni Alamsyah.
Strategi Optimalisasi Lima Sektor Unggulan
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Belitung telah memetakan fokus pengembangan pada beberapa sektor utama:
- Pariwisata: Terus mengembangkan dan mempromosikan destinasi unggulan demi menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara secara lebih masif.
- Perikanan & Pertanian Modern: Menerapkan modernisasi guna meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil bumi dan laut lokal.
- Ekonomi Kreatif: Memberikan dorongan insentif dan pendampingan bagi UMKM serta pelaku industri kreatif sebagai pilar penguat ekonomi masyarakat.
- Hilirisasi SDA: Memperkuat infrastruktur pengolahan komoditas alam lokal agar tidak lagi dijual dalam bentuk mentah (raw material), melainkan produk turunan bernilai jual tinggi.
Postur Anggaran dan Proyeksi Pendapatan 2027
Dalam rancangan proyeksi keuangan daerah tahun 2027, target PAD sebesar Rp207,72 miliar tersebut ditopang oleh beberapa sektor, di antaranya:
- Pajak Daerah: Rp112,43 miliar
- Retribusi Daerah: Rp85,48 miliar
- Lain-lain PAD yang Sah: Rp3,80 miliar
Meski PAD digenjot, postur pendapatan Belitung secara keseluruhan masih ditopang oleh pendapatan transfer pusat sebesar Rp1,0124 triliun (terdiri dari DAU Rp515 miliar, DAK Rp332 miliar, dan insentif fiskal Rp36 miliar), serta pendapatan transfer antar-daerah sebesar Rp38,96 miliar.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,26 triliun. Alokasi terbesar diserap oleh belanja operasi sebesar Rp839,72 miliar, disusul belanja modal sebesar Rp318 miliar, belanja transfer sebesar Rp110,98 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp2,15 miliar.
Tantangan Menuju Kemandirian Fiskal
Fokus Pemkab Belitung pada sektor hilirisasi dan pariwisata dinilai menjadi peluang besar (motor penggerak utama) untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing daerah.
Namun, tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat—yang masih mendominasi di angka lebih dari Rp1 triliun—menjadi tantangan tersendiri. Optimalisasi PAD melalui sektor-sektor produktif baru menjadi harga mati bagi Pemkab Belitung agar struktur fiskal daerah bisa bergerak lebih mandiri dan tangguh di masa depan.












