MEDIA DAULAT RAKYAT Pangkalpinang, Sabtu 22 Agustus 2026 – Satuan Tugas Tri Cakti resmi dibentuk atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Tugas utamanya mengawasi dan mencegah praktik penyelundupan pasir timah ilegal di Provinsi Bangka Belitung.
Kehadiran satgas ini bertujuan memastikan pengelolaan sumber daya alam timah di Indonesia sepenuhnya dikuasai negara demi kesejahteraan rakyat.
Amankan 1.000 Titik Tambang dan Jalur Distribusi
Dansatlap Tri Cakti, Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto, menegaskan pembentukan satgas merupakan langkah strategis pemerintah menjaga kedaulatan ekonomi nasional dari eksploitasi tidak sah.
“Intinya bahwa kita melaksanakan apa yang menjadi petunjuk Presiden, bagaimana timah di negara kita ini memang hanya kitalah yang menguasai. Kitalah yang berhak untuk mendapatkan berkah, daripada keberadaan timah ini untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Bosco.
Dalam menjalankan tugas, Satgas Tri Cakti membangun koordinasi kuat dengan aparat penegak hukum di Babel, termasuk unsur Angkatan Laut. Kolaborasi lintas instansi ini untuk memperketat pengawasan di jalur distribusi dan menutup celah penyelundupan timah keluar wilayah Indonesia secara ilegal.
“Jadi Satgas itu ada dengan arahan tadi kaitannya sama 1.000 tambang, kami datang ini berkolaborasi. Mengamankan wilayah Indonesia, kemarin juga dari Angkatan Laut juga membantu. Sama tugas kita adalah bagaimana penyelundupan timah ini, bisa benar-benar hilang,” jelas Bosco.
Satgas juga berperan mendukung penertiban ribuan titik tambang di daerah agar operasionalnya berjalan sesuai koridor hukum.
Gagalkan 90,151 Ton Timah Ilegal dalam Sebulan
Efektivitas kinerja Satgas Tri Cakti bersama Polda Bangka Belitung sudah terlihat. Dalam kurun waktu satu bulan, tim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 90,151 ton timah ilegal dari Pulau Belitung.
Operasi pengawasan dilakukan secara ketat agar setiap potensi keuntungan dari komoditas timah dapat memberi dampak positif nyata bagi masyarakat luas.
Pemerintah berharap dengan sinergi TNI, Polri, dan Angkatan Laut, praktik penyelundupan timah di Babel dapat ditekan hingga benar-benar hilang.












