MEDIA DAULAT RAKYAT YOGYAKARTA, 2 September 2026 – Buku terbaru berjudul “Praksis Profetik Kiai Ahmad Dahlan” karya Sueng Riadi dkk., terbit Agustus 2026 melalui penerbit Suara Muhammadiyah. Buku ini hadir sebagai refleksi mendalam tentang gagasan dan gerakan pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan, dan relevansinya di tengah tantangan zaman.
Buku ini tidak ditulis sebagai biografi, melainkan sebagai panduan filosofis dan praktis bagi gerakan pendidikan Islam.
Isi dan Gagasan Utama
Penulis membedah pemikiran Kiai Ahmad Dahlan melalui 3 pilar utama:
- Epistemologi Muhammadiyah
Pendidikan Muhammadiyah dipahami bukan sekadar transfer ilmu. Buku ini menekankan integrasi antara iman, akal, dan amal sebagai pondasi utama. - Praksis Profetik
Konsep profetik yang digagas Kiai Dahlan berarti menjadikan iman sebagai energi sosial yang nyata. Iman tidak berhenti pada keyakinan abstrak, tapi diartikulasikan dalam aksi nyata di masyarakat. - Transformasi Sosial
Pendidikan diarahkan untuk melahirkan kesadaran sosial dan keberpihakan pada kaum lemah. Tujuannya adalah aksi membenahi masyarakat, bukan hanya mengasah intelektualitas.
Relevansi di Era Digital dan AI
Di tengah disrupsi teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan, buku ini mengingatkan pentingnya pendidikan yang tetap berakar pada nilai humanistik dan tanggung jawab sosial.
Penulis menyoroti krisis sosial modern seperti ketimpangan ekonomi, degradasi lingkungan, dan disrupsi teknologi. Menurut buku ini, “praksis profetik” Kiai Dahlan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kemanusiaan.
Nilai Penting Buku
- Bukan sekadar buku sejarah, tetapi panduan gerak bagi lembaga pendidikan Islam.
- Mengajak pembaca melihat Kiai Ahmad Dahlan bukan hanya sebagai tokoh masa lalu, tetapi sebagai inspirasi solusi masa kini.
- Menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang beriman, berilmu, dan beramal.
Kesimpulan
“Praksis Profetik Kiai Ahmad Dahlan” menjadi bacaan penting bagi akademisi, guru, aktivis, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana iman dapat diwujudkan menjadi amal sosial.
Buku ini menegaskan kembali visi Muhammadiyah: pendidikan harus menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan keberpihakan pada kemanusiaan.
Buku setebal ini diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah dan mulai beredar sejak Agustus 2026.












