MEDIA DAULAT RAKYAT GANTUNG, 14 September 2026 – Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung memastikan stok BBM di SPBU Kecamatan Gantung, Belitung Timur dalam kondisi aman dengan ketersediaan lebih dari 13 kiloliter.
Namun antrean panjang tetap terjadi pada Senin, 14 September 2026 akibat keterlambatan jam operasional, kerusakan dispenser Pertalite, dan indikasi penyalahgunaan QR Code.
Untuk mengatasi hal ini, jam buka SPBU dipercepat menjadi pukul 06.00 WIB dan perbaikan fasilitas dilakukan secara cepat.
Fakta Utama Kejadian di SPBU Gantung
Tim Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung bersama Satgas Pengawasan BBM Beltim langsung turun ke lokasi untuk mengecek langsung kondisi di lapangan.
Rincian temuan:
- Lokasi: SPBU Kecamatan Gantung, Belitung Timur
- Tanggal: Senin, 14 September 2026
- Stok BBM: Aman, tersedia lebih dari 13 KL untuk jenis Pertalite dan Pertamax
3 Penyebab utama antrean:
- Jam operasional: SPBU baru buka pukul 06.30 WIB, sementara warga sudah mengantre sejak pukul 05.30 WIB.
- Teknis: Dispenser Pertalite mengalami kerusakan sehingga kapasitas pengisian berkurang dan antrean menumpuk.
- Pengawasan: Ditemukan indikasi penyalahgunaan QR Code subsidi. Ada ketidaksesuaian antara identitas barcode dengan fisik kendaraan
Rafli Alhaq, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, memastikan tidak ada kelangkaan BBM di Beltim.
“Untuk stok dan distribusi ke SPBU di Beltim, khususnya Gantung, kami pastikan aman. Tadi sudah dicek, stok tersedia lebih dari 13 KL,” kata Rafli.
Untuk mengurai antrean, Pertamina bersama pengelola SPBU sepakat memajukan jam operasional.
“Setelah kita koordinasikan, disepakati selanjutnya SPBU dibuka lebih awal, yaitu pukul 06.00 WIB untuk mengantisipasi penumpukan antrean sejak pagi,” tambahnya.
Terkait QR Code, Rafli menegaskan akan ada penindakan tegas.
“Masih adanya antrean juga berkaitan dengan beberapa temuan kendaraan yang perlu kita tindaklanjuti. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara barcode dengan fisik kendaraan, tentu akan kita tindaklanjuti bersama pihak SPBU,” tegasnya.
Analisis Penyebab Antrean
Antrean di SPBU Gantung bukan karena kelangkaan, melainkan kombinasi 3 faktor:
1. Operasional
Jam buka 06.30 WIB dianggap terlalu siang. Padahal gelombang kendaraan, terutama ojek, angkutan, dan pekerja tambang, sudah datang sejak subuh.
2. Teknis
Kerusakan 1 unit dispenser Pertalite membuat antrean memanjang. Dengan hanya 1 dispenser yang berfungsi, waktu tunggu jadi 2 kali lipat lebih lama.
3. Pengawasan
Satgas menemukan sejumlah kendaraan yang diduga menggunakan QR Code orang lain. Praktik ini memperlambat proses karena petugas harus melakukan verifikasi manual.
Pemkab Beltim juga bergerak cepat. Hasil Rakor Forkopimda + Pertamina menghasilkan 6 kesepakatan, salah satunya instruksi SPBU tetap buka di hari libur termasuk Minggu.
Ringkasan Solusi yang Diterapkan
Masalah Solusi Pertamina / Pemkab
Jam buka terlambat Operasional dimajukan ke 06.00 WIB mulai Selasa, 15 September 2026
Dispenser rusak Perbaikan ditargetkan selesai dalam 2 hari
QR Code tidak sesuai Penindakan bersama pihak SPBU dan Satgas. Data kendaraan dicocokkan
Antrean di hari libur Instruksi SPBU tetap buka hari Minggu dengan jam operasional normal
Catatan Penting untuk Masyarakat
Pertamina dan Pemkab Beltim mengimbau warga agar tidak panic buying.
“Pasokan BBM aman. Kami minta masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan tidak menimbun,” ujar Rafli.
Pengawasan ketat terus dilakukan oleh Satgas BBM Beltim bersama Forkopimda. Petugas akan memantau distribusi dari TBBM ke SPBU hingga ke konsumen.
Pemkab Beltim juga akan gencar melakukan edukasi publik terkait aturan penggunaan QR Code Pertalite. Tujuannya agar subsidi tepat sasaran dan antrean tidak semakin parah.
“Evaluasi akan dilakukan setiap minggu. Jika masih ada SPBU yang telat buka atau fasilitas rusak, akan ada sanksi,” kata perwakilan Pemkab Beltim dalam rakor.
Kondisi di SPBU Gantung menunjukkan bahwa stok BBM Belitung Timur aman. Antrean yang terjadi murni karena masalah teknis dan manajemen operasional, bukan kelangkaan.
Dengan percepatan jam buka ke 06.00 WIB, perbaikan dispenser, dan pengetatan QR Code, Pemkab dan Pertamina optimis antrean bisa terurai dalam 2-3 hari ke depan.
Masyarakat diminta tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan melaporkan jika menemukan praktik penyalahgunaan subsidi.












