MEDIA DAULAT RAKYAT GANTUNG, 15 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) kembali menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat sekaligus menekan harga kebutuhan pokok yang masih tinggi.
Kali ini daging ayam menjadi komoditas utama. Melalui operasi ini, masyarakat bisa membeli ayam beku seharga Rp39.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang masih Rp48.000 – Rp53.000 per kilogram.
Kegiatan digelar serentak di 7 kecamatan se-Belitung Timur pada Senin, 14 September 2026. Wakil Bupati Khairil Anwar meninjau langsung di halaman Kantor Camat Gantung, sementara Bupati Kamarudin Muten memantau di Kecamatan Manggar.
Harga Ayam Jadi Fokus Utama
Lonjakan harga ayam segar di pasar tradisional Beltim beberapa pekan terakhir membuat daya beli masyarakat menurun.
Dalam operasi pasar murah ini Pemkab bekerja sama dengan distributor dan Bulog untuk menyediakan:
- Ayam beku: Rp39.000/kg
- Beras SPHP Bulog: harga sesuai HET
- Minyakita: kemasan 1 liter harga subsidi
Antrean warga sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB di Gantung. Satu KK dibatasi maksimal membeli 2 kg ayam agar distribusi merata.
Wabup Khairil: Timing dan Lokasi Harus Tepat Sasaran
Wakil Bupati Khairil Anwar menegaskan operasi pasar tidak boleh asal digelar. Penentuan waktu dan lokasi sangat menentukan efektivitasnya.
“Kalau operasi pasar terhadap masyarakat, kita harus punya timing, terutama timing tempat. Kemudian waktunya kita sesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Khairil saat meninjau di Gantung.
Ia menilai pelaksanaan di Gantung cukup efektif karena mendapat antusiasme tinggi dari warga. Dalam 3 jam, 500 kg ayam beku yang disediakan habis terjual.
Namun Khairil juga mengakui masih ada catatan.
“Jarak lokasi dari pusat keramaian masih menjadi kendala. Ini perlu kita evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya agar lebih banyak warga yang terjangkau,” tambahnya.
Bupati Kamarudin Tinjau di Manggar
Bersamaan dengan itu, Bupati Beltim Kamarudin Muten meninjau operasi pasar di Kecamatan Manggar. Ia berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli.
Bupati meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk terus memantau harga di pasar agar tidak ada spekulan yang menaikkan harga sepihak. “Operasi pasar ini bentuk hadirnya negara. Kita ingin masyarakat Beltim tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar,” kata Kamarudin.
Antusiasme Warga Tinggi
Warga menyambut baik program ini. Dengan selisih harga Rp9.000 – Rp14.000 per kg, penghematan cukup terasa bagi keluarga.
Beberapa warga mengaku datang dari desa tetangga karena harga ayam di pasar sudah terlalu tinggi sejak 2 minggu terakhir. Pembatasan pembelian dinilai membantu agar tidak ada yang menimbun.
Rencana Tindak Lanjut Pemkab
Dari hasil evaluasi hari pertama, Pemkab Beltim menyiapkan 3 langkah:
- Menambah titik lokasi lebih dekat ke pasar dan pusat keramaian di setiap kecamatan.
- Menambah kuota ayam dan beras jika animo masih tinggi.
- Menjadwalkan operasi pasar rutin 2 kali sebulan sampai harga pasar kembali normal.
Dinas Perdagangan Beltim juga akan berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga pasokan agar tidak terjadi kelangkaan susulan.
Operasi pasar murah Pemkab Beltim terbukti efektif menekan harga ayam dan meringankan beban masyarakat. Dengan harga Rp39.000/kg, selisih cukup besar dibanding harga pasar Rp48.000 – Rp53.000/kg.
Keberhasilan ini akan menjadi acuan Pemkab untuk menggelar operasi serupa secara rutin dan dengan lokasi yang lebih strategis.
Pemkab mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan agar bantuan bisa dirasakan merata.












