MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 14 September 2026 – Langit barat Indonesia malam ini, Minggu 14 September 2026, dihiasi fenomena astronomi langka. Bulan sabit muda tampak berdampingan dengan Planet Venus atau Bintang Kejora. Di sejumlah wilayah, bahkan terjadi okultasi di mana Venus sempat tertutup oleh piringan Bulan.
Fenomena ini terlihat jelas dengan mata telanjang setelah Matahari terbenam, sekitar pukul 19.30–20.43 WIB, dan menjadi buruan fotografer langit di berbagai daerah.
Detail Fenomena Malam Ini
1. Konjungsi Bulan – Venus
Bulan sabit tipis dengan iluminasi 10–18% tampak sangat dekat dengan Venus yang bersinar terang. Jarak keduanya yang sangat dekat menciptakan pemandangan ikonik menyerupai simbol bulan dan bintang.
Venus malam ini berada pada magnitudo -4,0, menjadikannya objek paling terang kedua setelah Bulan.
2. Okultasi Venus
Puncak fenomena terjadi saat Venus sempat menghilang di balik piringan Bulan lalu muncul kembali beberapa menit kemudian. Peristiwa ini disebut okultasi lunar.
Wilayah yang mengalami okultasi penuh: Sumatra, Jawa bagian barat termasuk Jakarta, Bogor, Bandung, dan sebagian Kalimantan Barat.
Wilayah yang hanya melihat konjungsi dekat: Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
3. Waktu Pengamatan Terbaik
- Waktu ideal: 19.30 – 20.43 WIB
- Arah: Barat-Barat Daya, rendah di horizon
- Bulan terbenam: sekitar 21.13 WIB di wilayah Jakarta
Masyarakat diimbau mencari lokasi dengan langit cerah, minim polusi cahaya, dan pandangan barat terbuka.
4. Earthshine
Keunikan lain malam ini adalah Earthshine. Cahaya Matahari yang dipantulkan Bumi membuat sisi gelap Bulan yang tidak terkena sinar Matahari tampak samar. Sehingga piringan Bulan terlihat utuh, bukan hanya sabitnya saja.
Lokasi Pengamatan Terbaik
BMKG dan Planetarium Jakarta menyarankan:
- Wilayah okultasi: Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Jakarta, Bandung, Pontianak akan melihat Venus menghilang di balik Bulan.
- Wilayah konjungsi: Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Mataram akan melihat Bulan dan Venus berdampingan sangat dekat tanpa tertutup.
- Kondisi terbaik: Langit cerah, tidak berawan, jauh dari lampu kota.
Makna Astronomi: Bukan Mitos
Peneliti astronomi menegaskan fenomena ini murni astronomis, tidak terkait mitos atau pertanda mistis.
Peristiwa terjadi karena orbit Bulan dan Venus berada pada bidang ekliptika yang hampir sejajar. Dari sudut pandang Bumi, keduanya tampak berpapasan padahal jarak aslinya sangat jauh. Bulan berjarak 380 ribu km dari Bumi, sementara Venus berjarak jutaan kilometer.
Venus sering disebut Bintang Kejora karena merupakan planet paling terang yang selalu terlihat di langit senja atau fajar.
Visual Langka yang Mendunia
Di media sosial, warganet ramai mengunggah foto konjungsi dengan tagar #KonjungsiBulanVenus. Pemandangan Bulan sabit tipis di bawah dan Venus terang di sampingnya membuat langit malam ini tampak seperti lukisan alami.
Fenomena serupa terakhir terlihat jelas di Indonesia pada awal 2024, namun okultasi Venus yang bisa dilihat di Sumatra dan Jawa Barat termasuk langka.
Bagi yang melewatkan malam ini, fenomena konjungsi Bulan-Venus diperkirakan akan terulang dengan jarak yang tidak sedekat malam ini pada bulan depan.












