Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Bupati Belitung Djoni Alamsyah: Pilkades Serentak 2026 Harus Jaga Persatuan, Bukan Jadi Sumber Perpecahan
InShot 20260918

Bupati Belitung Djoni Alamsyah: Pilkades Serentak 2026 Harus Jaga Persatuan, Bukan Jadi Sumber Perpecahan

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANmAN, 18 September 2026 – Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan Pilkades Serentak 2026 harus menjadi ajang menjaga persatuan, netralitas, dan persaudaraan masyarakat, bukan sumber perpecahan. Ia meminta aparat dan semua pihak mengedepankan keteladanan serta pendekatan humanis dalam pengamanan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung 2026 yang berlangsung di Tanjungpandan, Jumat (18/9/2026), dengan dihadiri unsur Forkopimda dan seluruh aparat keamanan.

Penekanan Utama Bupati Belitung

Dalam amanatnya, Bupati Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan tiga poin utama yang harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan Pilkades.

1. Persatuan dan Kondusifitas di Atas Segalanya
Djoni menekankan bahwa di balik perbedaan pilihan calon kepala desa, masyarakat tetap menginginkan desa yang damai dan kehidupan yang tenang.

Ia menyampaikan bahwa di balik pilihan yang berbeda, ada masyarakat yang ingin hidup tenang, keluarga yang ingin desanya tetap damai, dan harapan agar setelah Pilkades selesai, semua tetap menjadi satu keluarga besar masyarakat Belitung.

Menurutnya, jangan sampai kontestasi politik tingkat desa merusak hubungan kekerabatan dan gotong royong yang sudah terjalin puluhan tahun di Belitung.

2. Netralitas dan Pendekatan Humanis Aparat
Aparat keamanan diminta tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga meredam potensi gesekan sosial di akar rumput dengan cara yang humanis dan penuh empati.

Djoni menegaskan kepada seluruh personel agar jangan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga hati masyarakat. Jangan hanya mencegah keributan, tetapi juga mencegah permusuhan.

Ia meminta TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas untuk tidak berpihak kepada salah satu calon dan menjadi penengah yang adil bagi semua pihak.

3. Antisipasi Gangguan Sejak Dini
Djoni mengingatkan pentingnya mencegah potensi gangguan sejak dini agar tidak membesar menjadi konflik terbuka.

Ia menginstruksikan agar kalau ada potensi gangguan, cegah sebelum membesar. Kalau ada persoalan di lapangan, selesaikan dengan cepat dan bijaksana melalui musyawarah.

Pendekatan pencegahan dinilai jauh lebih efektif daripada penindakan setelah konflik terjadi.

Pesan Demokrasi dan Keteladanan

Selain soal keamanan, Bupati juga menitipkan pesan demokrasi yang mendalam bagi seluruh masyarakat Belitung.

Proses Demokrasi Damai: Bupati berpesan agar Pilkades dijalankan dengan kepala dingin dan niat tulus menjaga keutuhan daerah. Ia mengajak semua pihak untuk membuktikan bahwa Belitung mampu menjaga Pilkades ini dengan kepala dingin, langkah yang tegas, dan hati yang tulus. Amankan Pilkades, lindungi masyarakat, jaga persaudaraan, dan pastikan Belitung tetap menjadi satu keluarga.

Kerukunan Lebih Penting: Ia menegaskan bahwa kerukunan masyarakat jauh lebih penting daripada kepentingan sesaat dalam kontestasi politik desa. Jabatan kepala desa hanya 6 tahun, tetapi persaudaraan antar warga adalah selamanya.

Konteks Lokal Pilkades Belitung 2026

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung 2026 ini menjadi penanda dimulainya tahapan pengamanan.

  • Lokasi: Halaman Kantor Bupati Belitung, Tanjungpandan
  • Waktu: Jumat, 18 September 2026, pagi hari
  • Peserta: Unsur Forkopimda Kabupaten Belitung, Polres Belitung, Kodim 0414 Belitung, Satpol PP, Dishub, BPBD, Linmas, dan perwakilan panitia Pilkades.

Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Belitung akan diikuti oleh puluhan desa yang masa jabatan kepala desanya telah habis. Pengamanan akan difokuskan pada desa-desa yang dianggap rawan konflik berdasarkan pemetaan dari Polres Belitung dan Kesbangpol.

Dengan pesan kuat dari Bupati Belitung, Pilkades Serentak 2026 diharapkan bukan sekadar kontestasi politik desa, melainkan ujian kedewasaan masyarakat dalam menjaga persatuan. Netralitas aparat, pendekatan humanis, serta keteladanan dari para calon menjadi kunci agar Pilkades berjalan aman, damai, dan bermartabat.

Artikel Terkait

InShot 20260918

9 Ton Pasir Timah Ilegal…

MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR, 18…

InShot 20260918

Pemkab Belitung Salurkan Bantuan Pendidikan…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 17 September…

InShot 20260918

Beras Bansos di Babel Kini…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 18 September…