Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Kabut Asap Tipis Selimuti Tanjungpandan Sejak 3 September, BMKG: Dipicu 36 Titik Panas di Belitung
InShot 20260913

Kabut Asap Tipis Selimuti Tanjungpandan Sejak 3 September, BMKG: Dipicu 36 Titik Panas di Belitung

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 13 September 2026Kabut asap tipis terpantau menyelimuti Kota Tanjungpandan, Belitung sejak Kamis, 3 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal.

Berdasarkan pantauan satelit, tercatat 36 titik panas di Pulau Belitung dan total 155 hotspot di seluruh Bangka Belitung.

Kondisi Kabut Asap di Tanjungpandan
Kabut asap yang muncul bukan kiriman dari luar, melainkan berasal dari dalam wilayah Belitung sendiri.

Sumber asap: Akumulasi emisi pembakaran lokal akibat karhutla yang terbawa angin tenggara menuju permukiman warga.
Waktu kejadian: Dimulai sejak Kamis, 3 September 2026 hingga saat ini masih terpantau tipis.
Wilayah terdampak: Kota Tanjungpandan dan sekitarnya. BMKG menyebut intensitasnya masih lebih tipis dibandingkan kabut asap yang sering terjadi di Sumatra dan Kalimantan.

Warga di beberapa kelurahan mengaku mencium bau asap saat pagi dan sore hari.

Data Hotspot BMKG di Bangka Belitung
Data BMKG per 13 September 2026 menunjukkan sebaran titik panas cukup masif:

Pulau Belitung: 36 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang.
Rinciannya:

  • Kabupaten Belitung Timur: 22 titik panas. Terbanyak di Kecamatan Kelapa Kampit: 14 titik.
  • Kabupaten Belitung: 14 titik panas. Tersebar di Kecamatan Sijuk: 9 titik, Badau: 3 titik, Membalong: 1 titik, dan Tanjungpandan: 1 titik.

Total Bangka Belitung: 155 titik panas terpantau dalam sepekan terakhir.

BMKG menjelaskan peningkatan titik panas sejalan dengan musim kemarau yang mulai memuncak.

Dampak dan Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak lanjutan jika titik api terus bertambah.

Kualitas udara: Berpotensi menurun. Partikel asap dapat meningkatkan polusi dan membuat udara tidak sehat, terutama di pagi hari.

Imbauan BMKG:

  1. Masyarakat diminta menghentikan aktivitas pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian maupun perkebunan.
  2. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan penanganan karhutla, termasuk patroli dan pemadaman cepat.

Potensi kemarau panjang: BMKG juga memperingatkan dampak El Niño dapat membuat kemarau di Belitung berlangsung lebih lama, diperkirakan hingga November 2026. Kondisi ini memperbesar risiko karhutla baru.

Analisis Risiko
Jika tidak segera ditangani, kabut asap tipis ini bisa berdampak pada 3 aspek:

  1. Kesehatan: Paparan asap dalam jangka waktu lama dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan ISPA. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar.
  2. Transportasi: Kabut tipis bisa mengurangi jarak pandang, terutama di jalan lintas antar kecamatan pada pagi hari. Pengendara diminta lebih hati-hati meski intensitas belum separah kabut asap di Sumatra/Kalimantan.
  3. Lingkungan: Karhutla lokal memperburuk kondisi ekosistem, merusak habitat, dan meningkatkan risiko kebakaran berulang di lahan gambut dan semak.

Kabut asap tipis di Tanjungpandan merupakan fenomena lokal akibat karhutla dengan sebaran asap terbawa angin tenggara dari titik-titik panas di Belitung Timur dan Belitung.

BMKG menegaskan perlunya penghentian pembakaran lahan sebagai langkah utama mencegah bertambahnya titik api baru. Situasi ini juga tidak lepas dari kemarau panjang akibat El Niño yang memperbesar potensi karhutla hingga akhir tahun.

Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diminta bersinergi melakukan pencegahan. Warga yang melihat titik api diminta segera melapor ke BPBD atau Manggala Agni terdekat.

Artikel Terkait

InShot 20260913

Semangat Bu Asmawati di Usia…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 13 September…

InShot 20260913

Satlantas Polres Belitung Terapkan ETLE…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 13 September…

InShot 20260913

Puisi Puisi Edy Sukardi

Lapaskan bebanmu Kau pemilik sebidang tanahdi…