Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • BMKG: Kemarau di Belitung Mundur Hingga November 2026 Akibat El Niño, Panas Kering Masih Dominasi
InShot 20260918

BMKG: Kemarau di Belitung Mundur Hingga November 2026 Akibat El Niño, Panas Kering Masih Dominasi

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 18 September 2026 – BMKG memprakirakan musim kemarau di Belitung akan berlangsung lebih panjang hingga pertengahan November 2026 akibat pengaruh fenomena El Niño. Kondisi panas dan kering diperkirakan tetap mendominasi, dengan curah hujan rendah hingga Oktober sebelum mulai meningkat bertahap pada November.

Prakiraan ini sekaligus menjelaskan mengapa krisis air bersih di Belitung dan Belitung Timur semakin parah dalam dua pekan terakhir.

Analisis BMKG: Kemarau Belitung 2026 Mundur Sebulan

Stasiun Meteorologi H.A.S Hanandjoeddin Tanjungpandan merilis pembaruan prakiraan musim kemarau 2026 yang menunjukkan pergeseran signifikan dari pola normal.

Durasi & Perkiraan Akhir Kemarau:

  • Normalnya berakhir: Dasarian III Oktober 2026 (akhir Oktober)
  • Prediksi terbaru: Bisa mundur hingga Dasarian II November 2026 (pertengahan November)
  • Penyebab utama: Fenomena El Niño dengan intensitas lemah hingga moderat yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. El Niño menyebabkan pasokan uap air ke wilayah Indonesia berkurang, sehingga pembentukan awan hujan terhambat.

Kepala Stasiun Meteorologi Belitung menyebut El Niño tahun ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang sekitar 20-30 hari dari normalnya.

Kondisi Cuaca September – November 2026

BMKG membagi prakiraan dalam dua fase:

September – Oktober 2026: Puncak Krisis
Didominasi cuaca panas dan kering, curah hujan kategori rendah (di bawah 50 mm per dasarian). Suhu maksimum harian diprediksi mencapai 33-35 derajat Celcius dengan kelembapan rendah. Potensi karhutla dan kekeringan sumur warga sangat tinggi. Warga di pesisir juga diminta waspada angin kencang.

November 2026: Transisi Menuju Hujan
Curah hujan mulai meningkat bertahap. Memasuki dasarian II November, hujan dengan kategori menengah hingga tinggi (100-200 mm) mulai turun di beberapa wilayah Belitung, terutama di bagian utara dan tengah. Namun sifatnya masih tidak merata.

Artinya, masyarakat Belitung masih harus bertahan sekitar 2 bulan lagi dalam kondisi minim air.

Dampak Langsung yang Sudah Terjadi

Perpanjangan kemarau ini sejalan dengan kondisi di lapangan:

  1. Krisis Air Bersih Meluas: Data BPBD Belitung mencatat 3.728 KK (12.408 jiwa) sudah terdampak kekeringan dan 309 titik telah didistribusikan air bersih lebih dari 1 juta liter.
  2. Jasa Air Laris: Di Belitung Timur, jasa pengantar air dengan pick-up kebanjiran order hingga 20 ton per hari karena sumur warga kering total.
  3. Ancaman Gagal Panen dan Karhutla: Lahan pertanian tadah hujan terancam puso dan titik panas (hotspot) mulai bermunculan di beberapa kecamatan.

Imbauan BMKG dan BPBD

BMKG dan BPBD Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi:

  • Hemat air dan tampung air: Manfaatkan bak penampungan dan toren untuk menyimpan air bersih saat ada distribusi dari BPBD maupun jasa swasta.
  • Jaga kesehatan: Perbanyak minum air putih, gunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar, dan waspada penyakit akibat debu dan kekeringan.
  • Cegah Karhutla: Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena angin kencang dan daun kering sangat mudah memicu kebakaran besar.
  • Jaga sumber air: Lindungi mata air Aik Kumpe, Aik Wasrai, dan sumber lainnya dari pencemaran.

BPBD Belitung juga menyatakan akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga November 2026 mengikuti prakiraan terbaru BMKG dan menambah armada tangki air jika diperlukan.

Artikel Terkait

InShot 20260918

Kemarau Parah di Belitung Timur,…

MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR, 18…

InShot 20260918

Kemarau Panjang 2026 Landa Belitung,…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 18 September…