MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 19 September 2026 – Sekolah Dasar dengan murid paling sedikit di Belitung Timur saat ini adalah SD Negeri 23 Manggar, yang hanya memiliki 3 murid di kelas satu. Selain itu, beberapa SD lain di Manggar dan Kelapa Kampit juga mengalami penurunan drastis jumlah siswa sehingga masuk rencana regrouping oleh Dinas Pendidikan Beltim.
Fenomena sekolah kekurangan murid ini terjadi hampir merata di wilayah pesisir Manggar dan Kelapa Kampit.
Data SD dengan Murid Paling Sedikit di Belitung Timur 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur mencatat 4 SD paling kritis yang akan menjadi prioritas regrouping tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah Lokasi Jumlah Murid 2026 Keterangan
SD Negeri 23 Manggar Desa Lalang, Manggar 3 murid kelas 1 Masuk rencana regrouping ke SDN 4 Manggar
SD Negeri 5 Manggar Desa Baru, Manggar Sangat sedikit Akan digabung ke SDN 14 Manggar
SD Negeri 6 Manggar Desa Mekar Jaya, Manggar Murid menurun signifikan Akan digabung ke SDN 8 Manggar
SD Negeri 15 Kelapa Kampit Desa Mentawak, Kelapa Kampit Murid sangat sedikit Akan digabung ke SDN 17 Kelapa Kampit
SDN 23 Manggar menjadi sorotan karena dari total 6 kelas, jumlah siswa secara keseluruhan hanya 31 orang. Kelas satu yang hanya 3 murid dinilai tidak ideal untuk perkembangan sosial anak.
Tren Penurunan Murid Terus Terjadi
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Beltim menyebut jumlah murid baru terus menurun dalam 3 tahun terakhir, terutama di Manggar dan Kelapa Kampit.
SDN 23 Manggar menjadi contoh ekstrem dengan hanya 3 murid di kelas satu. Dinas Pendidikan Beltim menilai kondisi ini tidak sehat bagi interaksi sosial anak karena kelas terlalu kecil dan guru harus mengajar multi-kelas.
“Anak butuh interaksi teman sebaya. Kalau di kelas cuma 3 orang, bagaimana dia mau belajar bersosialisasi, kerja kelompok, dan berkompetisi sehat. Secara pedagogis tidak sehat,” ujar salah satu pejabat Disdik Beltim.
Kebijakan Regrouping: 8 SD Akan Digabung
Untuk efisiensi dan peningkatan kualitas, Pemkab Belitung Timur memutuskan melakukan regrouping.
Delapan SD di Belitung Timur akan digabung untuk efisiensi anggaran dan guru.
Tujuannya: Meningkatkan kualitas pembelajaran, menutup kekurangan guru ASN, dan mengoptimalkan fasilitas.
Prosesnya: Regrouping dilakukan setelah kajian selama 3 tahun, mempertimbangkan jarak antar sekolah agar akses siswa tetap mudah (maksimal 1-2 km) dan tidak memberatkan orang tua.
Sekolah yang digabung nantinya gedungnya akan menjadi aset desa dan bisa dimanfaatkan sebagai PAUD, perpustakaan desa, atau posyandu.
Faktor Penyebab Sekolah Sepi Murid
Ada tiga faktor utama yang menyebabkan SD di Beltim kekurangan murid:
1. Angka kelahiran menurun akibat program keluarga berencana yang cukup berhasil di Beltim. Satu keluarga kini rata-rata hanya memiliki 1-2 anak.
2. Perubahan preferensi orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah atau sekolah swasta berbasis agama yang dianggap lebih memberikan pendidikan karakter.
3. Keterbatasan guru ASN di Beltim, sehingga sekolah kecil makin sulit beroperasi. Satu guru terpaksa mengajar 2 kelas sekaligus karena kekurangan tenaga.
Regrouping SD diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar mutu pendidikan di Belitung Timur tetap terjaga meski jumlah murid terus menurun.












