MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 19 September 2026 – Pemkab Belitung bersama Pertamina resmi menerapkan sistem ganjil-genap untuk kendaraan bermotor di SPBU guna mengurai antrean panjang pengisian BBM subsidi Pertalite yang dalam sepekan terakhir mengular hingga ratusan meter.
Kebijakan unik ini berlaku mulai akhir pekan ini dengan pembagian: pelat ganjil untuk sepeda motor dan pelat genap untuk mobil.
Latar Belakang Kebijakan
Lonjakan antrean Pertalite terjadi beberapa waktu terakhir di Belitung, terutama di SPBU Jalan Sriwijaya, Buluh Tumbang, dan Sijuk. Antrean bahkan terjadi sejak subuh.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan sistem ganjil-genap dirancang untuk memberi jeda pengisian dan mempercepat laju antrean agar tidak ada penumpukan di satu hari.
“Sistem ganjil genap ini dirancang untuk memberikan jeda waktu pengisian sekaligus mempercepat laju antrean di SPBU agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan tertib,” ujar Djoni Alamsyah Hidayat, Jumat (19/9/2026).
Djoni juga meminta Pertamina menyiagakan Pertamax sebagai alternatif darurat bagi pengendara yang membutuhkan segera, terutama untuk ambulans, angkutan umum, dan wisatawan.
Mekanisme Penerapan Ganjil-Genap SPBU
Kebijakan ini akan diuji coba pada akhir pekan sebagai masa sosialisasi.
- Hari Sabtu & Minggu: uji coba sosialisasi di seluruh SPBU Belitung
- Sepeda motor: wajib pelat nomor ganjil (1,3,5,7,9)
- Mobil: wajib pelat nomor genap (0,2,4,6,8)
Tujuannya agar masyarakat tidak mengisi bensin setiap hari dan distribusi lebih merata. Petugas SPBU dan Satpol PP akan berjaga di pintu masuk untuk memeriksa pelat nomor.
Akar Masalah: Bukan Kuota, Tapi Integritas
Bupati Djoni menegaskan kuota BBM Belitung secara prinsip cukup. Antrean panjang dipicu oleh tiga faktor.
“Kuota kita cukup, tapi antrean tetap panjang. Ini karena pertumbuhan jumlah kendaraan, peningkatan kunjungan wisatawan, dan yang paling utama praktik pengisian berulang oleh oknum untuk keuntungan pribadi,” jelasnya.
Ia bahkan menyoroti adanya praktik pelangsir yang mengisi Pertalite berulang kali untuk dijual kembali ke tambang atau perahu nelayan dengan harga lebih tinggi.
“Masalahnya ada pada integritas. Selagi negara menyediakan untuk masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk diperjualbelikan kembali demi keuntungan segelintir orang, seharusnya antrean panjang ini tidak terjadi,” tegas Bupati Belitung.
Dukungan Pertamina: Sanksi Hingga Blokir Nopol
Rafli Alhaq, Sales Branch Manager Pertamina Rayon II Bangka Belitung, mendukung penuh kebijakan ganjil-genap ini.
Pihaknya melakukan pengawasan ketat di lapangan melalui CCTV dan sistem MyPertamina.
“Kami mendukung sistem ini namun kami juga akan terus mengevaluasi implementasinya di lapangan,” kata Rafli Alhaq.
Pertamina menyiapkan sanksi berjenjang:
- Sanksi administrasi dan surat peringatan untuk SPBU yang melanggar
- Hingga penutupan SPBU jika terbukti sengaja melayani pelangsir
- Pemblokiran nomor polisi yang terbukti melakukan pengisian berulang dalam satu hari melalui sistem barcode MyPertamina
Catatan Penting
Pemkab Belitung akan melayangkan surat resmi ke BPH Migas untuk mengkaji ulang kuota BBM wilayah Belitung yang dinilai sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan dan pariwisata.
Evaluasi berkelanjutan diperlukan agar kebijakan ganjil-genap tidak menimbulkan ketidakadilan bagi pengguna kendaraan, terutama ojek online dan nelayan yang sangat bergantung pada Pertalite.












