Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Revitalisasi 2027: Bandara H AS Hanandjoeddin Belitung Akan Ditata Ulang Senilai Rp25 Miliar untuk Dongkrak Pariwisata
InShot 20260920

Revitalisasi 2027: Bandara H AS Hanandjoeddin Belitung Akan Ditata Ulang Senilai Rp25 Miliar untuk Dongkrak Pariwisata

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 20 September 2026 – Kabar gembira datang untuk sektor pariwisata dan konektivitas Kabupaten Belitung. Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Belitung dipastikan akan direvitalisasi pada tahun 2027 dengan anggaran sebesar Rp25 miliar yang bersumber langsung dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) sebagai pengelola bandara.

Revitalisasi ini bukan pembangunan terminal baru, melainkan beautifikasi atau penataan total kawasan bandara agar lebih representatif sebagai pintu gerbang utama destinasi super prioritas.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat usai pertemuan dengan pihak InJourney Airports.

“Bandara ada kabar gembira, tahun ini akan dilakukan beautifikasi. Anggaran langsung dari InJourney, mudah-mudahan 2027 bandara kita sudah cantik,” ujar Bupati Djoni.

Fakta Utama Revitalisasi Bandara

Pemerintah Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa proyek ini telah masuk dalam rencana kerja InJourney pada tahun anggaran 2027.

Tahun pelaksanaan: 2027
Anggaran: Rp25 miliar dari InJourney Airports
Jenis kegiatan: Beautifikasi meliputi penataan lanskap depan bandara, interior terminal kedatangan dan keberangkatan, penambahan ornamen khas Belitung, perbaikan toilet, ruang tunggu, dan sistem sirkulasi penumpang.
Kapasitas eksisting: Saat ini bandara hanya mampu menampung ±700 penumpang pada jam sibuk.
Target jangka panjang: Jika pergerakan penumpang sudah konsisten di atas 800 orang per hari, maka Pemkab dan InJourney sepakat untuk mendorong perombakan total dan pembangunan terminal baru yang lebih besar.

Bupati Djoni menegaskan bahwa kondisi bandara saat ini memang membutuhkan sentuhan serius. Sebagai daerah yang menyandang status UNESCO Global Geopark dan destinasi wisata unggulan, kesan pertama wisatawan sangat ditentukan dari bandara.

“Bandara adalah wajah Belitung. Kalau wisatawan turun dari pesawat dan melihat bandara yang bersih, cantik, dan nyaman, mereka akan betah. Ini soal kesan pertama,” tegas Djoni.

Tak Hanya Fisik, Konektivitas Juga Digenjot: Lobi Rute Langsung Belitung-Bali

Revitalisasi fisik tidak akan berdampak maksimal tanpa didukung konektivitas penerbangan yang kuat. Untuk itu, Pemkab Belitung tidak hanya fokus pada penataan bandara, tetapi juga menggenjot pembukaan rute-rute strategis baru.

Salah satu yang paling serius dilobi saat ini adalah penerbangan langsung Belitung – Bali. Djoni menyebut rute ini sebagai kunci untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

Selama ini, wisatawan asing yang ingin ke Belitung harus transit terlebih dahulu di Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini memakan waktu, biaya lebih mahal, dan membuat Belitung kalah bersaing dengan Bali dan Lombok yang sudah terkoneksi langsung.

“Kita sedang membangun komunikasi intensif dengan Garuda Indonesia untuk rute Belitung-Bali. Ini jalur strategis wisata internasional. Bayangkan, wisatawan yang liburan di Bali bisa langsung lanjut ke Belitung tanpa harus ke Jakarta dulu. Ini yang kita kejar,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, Pemkab Belitung bahkan telah membentuk tim kecil khusus. Tim ini beranggotakan gabungan dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan Bappeda yang tugasnya hanya satu: meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari sisi promosi, penyelenggaraan event berskala nasional, hingga perbaikan infrastruktur penunjang.

Dampak Besar Bagi Ekonomi Belitung

Revitalisasi senilai Rp25 miliar ini diharapkan memberikan dampak berganda yang signifikan bagi perekonomian lokal.

1. Sektor Pariwisata Menguat: Bandara yang lebih representatif akan memperkuat branding Belitung sebagai destinasi premium. Wisatawan akan lebih nyaman dan memiliki pengalaman kedatangan yang lebih baik.

2. Ekonomi Lokal Bergerak: Peningkatan kunjungan wisatawan secara otomatis akan menggerakkan sektor jasa, UMKM, kuliner, transportasi lokal, hingga perhotelan. Tingkat hunian hotel di Belitung yang saat ini masih berkisar 40-50 persen diharapkan bisa terdongkrak hingga 70 persen setelah revitalisasi dan pembukaan rute baru.

3. Konektivitas Nasional dan Internasional: Dengan bandara yang lebih cantik dan rute baru, Belitung tidak lagi menjadi destinasi ujung, tetapi menjadi bagian dari jejaring pariwisata nasional yang terhubung langsung dengan Bali sebagai hub pariwisata internasional.

Bupati Djoni juga memastikan bahwa pemerintah daerah terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, baik Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Pariwisata, untuk mendukung rencana besar ini.

“Ini bukan hanya soal bandara cantik. Ini soal masa depan ekonomi Belitung. Kalau pariwisata kita hidup, maka ekonomi rakyat kita juga akan hidup. Kita ingin anak-anak muda Belitung bisa bekerja di kampung halamannya sendiri dengan sektor pariwisata yang maju,” pungkas Djoni.

Jika sesuai jadwal, proses beautifikasi akan dimulai pada triwulan I tahun 2027 dan ditargetkan selesai dalam 8 hingga 10 bulan, sehingga pada akhir 2027, wajah baru Bandara H AS Hanandjoeddin sudah bisa dinikmati wisatawan.

Artikel Terkait

InShot 20260920

Pidato Menohok di 100 Tahun…

MEDIA DAULAT RAKYAT PONOROGO, 20 September…

InShot 20260920

Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 20 September…

InShot 20260920

HARI INI BELITUNG MENENTUKAN: Bupati…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 20 September…