JAKARTA, Media Daulat Rakyat – Suasana di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur mulai memanas sejak pagi hari. Puluhan pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mulai memadati kawasan pengadilan pada Kamis (5/11/2026) pagi menjelang sidang dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma sebagai terdakwa.
Berdasarkan pantauan Media Daulat Rakyat di lokasi, massa pendukung mulai berdatangan sejak sekitar pukul 07.30 WIB dengan jumlah yang terus bertambah. Mereka datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus sewaan.
Para pendukung Jokowi tampak kompak mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol ketulusan dan kejujuran. Mereka juga membawa sejumlah spanduk dukungan, poster, serta dua unit mobil komando yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan orasi dukungan.
Salah satu spanduk besar yang dibentangkan bertuliskan, “Pak Jokowi tidak sendiri, rakyat hadir, kebenaran pasti menang.” Sementara poster lainnya memuat pesan menyentuh, “Pak Jokowi jujur, kami jadi saksi,” dan “Stop Fitnah Ijazah Palsu, Kami Percaya Pak Jokowi.”
Seorang koordinator aksi dari kelompok relawan Projo, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kehadiran mereka adalah bentuk solidaritas moral kepada Jokowi yang selama ini terus difitnah terkait isu ijazah palsu.
“Kami hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Pak Jokowi tidak sendiri. Isu ijazah palsu ini sudah keterlaluan, sudah bertahun-tahun digoreng padahal sudah jelas keasliannya. Kami ingin kebenaran terungkap di persidangan hari ini,” ujarnya dengan nada tegas.
Di sisi lain, dari kubu pendukung Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma juga terpantau mulai berdatangan di lokasi yang telah ditentukan aparat, terpisah oleh barikade pengamanan. Mereka juga membawa spanduk yang menuntut kebebasan berpendapat dan transparansi ijazah.
Pengamanan Super Ketat 6.770 Personel
Pengamanan di sekitar area pengadilan diperketat secara luar biasa. Ratusan personel kepolisian berseragam lengkap dengan tameng dan helm disiagakan di pintu masuk utama PN Jakarta Timur. Sejumlah kendaraan taktis milik Korps Brimob tampak berjaga di beberapa sudut jalan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama persidangan berlangsung.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan total 6.770 personel gabungan TNI-Polri yang terdiri dari 1.200 anggota TNI dan 5.570 anggota Polri.
Pola pengamanan dibagi menjadi tiga ring. Ring pertama sebagai penyekat massa, ring kedua di dalam area pengadilan dengan kapasitas terbatas, dan ring ketiga di dalam ruang sidang. Selain itu, dua unit mobil Armored Water Cannon (AWC) juga disiagakan.
Akses Jalan Dr. Soemarno yang melintasi kawasan Eramas 2000, Jakarta Timur, tepat di depan PN Jakarta Timur, ditutup sementara guna mendukung pengamanan jalannya sidang. Petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif dan mengimbau warga untuk menghindari kawasan tersebut jika tidak ada keperluan mendesak.
“Untuk sementara akses Jalan Dr. Soemarno kita tutup untuk kendaraan umum. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan, ini demi kelancaran dan keamanan sidang,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Sidang Krusial, Jokowi Dipastikan Hadir
Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu terhadap Jokowi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB di ruang sidang utama PN Jakarta Timur. Ini merupakan sidang kedelapan dari perkara yang telah menyita perhatian publik nasional tersebut.
Kehadiran Jokowi dalam persidangan tersebut telah dipastikan oleh ajudannya, Syarif M. Fitriansyah, sehari sebelumnya. Syarif menyebut Jokowi siap hadir sebagai saksi untuk memberikan keterangan dan meluruskan fitnah yang selama ini beredar.
“Pak Jokowi akan hadir sebagai saksi untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya. Beliau ingin isu ini tuntas di ranah hukum, bukan terus menjadi gorengan politik,” kata Syarif.
Perkara ini bermula dari laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan pihak Jokowi terhadap Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Keduanya diduga secara aktif menyebarkan narasi dan konten di media sosial yang menuduh ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu. Tuduhan tersebut dinilai tidak memiliki dasar hukum, tidak berdasar fakta, dan telah merusak kehormatan serta nama baik Jokowi.
Pihak universitas, UGM, sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli dan tercatat resmi sebagai alumnus Fakultas Kehutanan angkatan 1980 dan lulus pada tahun 1985.
Biodata Singkat Jokowi: Dari Tukang Kayu Hingga Presiden
Nama Lengkap: Joko Widodo
Tempat, Tanggal Lahir: Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961
Agama: Islam
Pendidikan: SDN 111 Tirtoyoso Solo, SMPN 1 Solo, SMAN 6 Surakarta, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, lulus 1985.
Karier: Sosok Jokowi dikenal memulai karier sebagai pengusaha mebel di Solo. Ia kemudian terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi Wali Kota Surakarta selama dua periode (2005-2012). Kesuksesannya memimpin Solo membawanya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012-2014) sebelum akhirnya dipercaya rakyat Indonesia menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7 selama dua periode (2014-2019 dan 2019-2024).
Keluarga: Istri Iriana Joko Widodo, Anak: Gibran Rakabuming Raka (Wakil Presiden RI), Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep (Ketua Umum PSI).
Kini, setelah purna tugas sebagai presiden, Jokowi kembali harus menghadapi ujian hukum sebagai warga negara untuk membersihkan nama baiknya. Sidang hari ini diharapkan menjadi titik terang untuk mengakhiri polemik ijazah palsu yang telah berlarut-larut selama bertahun-tahun.
Pantauan hingga pukul 08.30 WIB, massa masih terus berdatangan dan situasi di PN Jakarta Timur terpantau kondusif meski dipadati massa dari kedua kubu. Aparat terus memberikan imbauan agar semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.












