Hiruk Pikuk
ESu
Semua seakan
tergesa-gesa
hiruk pikuk
membaca jadwal
keberangkatan
lalu menunggu
datangnya kendaraan
sesuai jalur tujuan
Engkau mau ke mana
mereka mau ke mana
dan aku juga ada disitu
untuk mencapai tujuan
Ya
Engkau mau ke mana
sibuk
hiruk pikuk
mengejar kereta
yang akan mengantar
ke titik tuju
titik pergi
dan titik pulang
Tiba-tiba
Aku teringat kampungku
‘belum seperti ini
teraturnya
transportasi publik
tertib
disiplin
jujur’
untuk mencapai kemajuan
perlu membangun
kesadaran
membangun manusianya
agar tumbuh
keinginan dan kemauan
ada contoh teladan
dari para pimpinan
Negri kaya
yang rakyatnya tak tau bahwa ia kaya
Dari negri-negri yang jauh
Mereka data ke negriku
menjarah segala
kekayaan alam
barang tambang
hutan
pertanian
dan juga lautan
ya
Aku katakan mereka
menjarah
karena mereka
mengekploitasi alam
semua mereka
angkut pulang
Kami hanya disisakan
bumi yang kotor
dan terluka
menganga
Bumi yang kaya
rakyat menderita
negri yang kaya
dengan hutang yang
menggunung
‘Siapa yang mesti
membayarnya’
Rakyat gelisah
tapi tak tau
mau tanya ke mana
setiap tanya selalu terbentur
pada meja kuasa
“Mereka sibuk
hiruk pikuk
tergesa
terprogram
dengan waktu
Lalu mereka mau ke mana
pergi atau pulang
Central stasiun Amsterdam
29 Mei 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














