Doktrin Ketauhidan
ESu
Diperhitungkan
disegani
ditakuti
lalu dihormati
dan dimuliakan
itu anugrah dari Tuhan
karena di dalam dada
ada bersemi iman
kokoh tak tergoyahkan
didukung dengan kekuatan
ilmu
lahir karya-karya cemerlang
perangai berhias akhlak
lahirkan amanah
kedamaian dan keadilan
hidup sederhana
bukan pencitraan
asli lahir dari lubuk hati
yang paling dalam
Ketauhidan berpucuk
pada akhlaqul qur’an
pada ibadah yang penuh
kekhusyuan
hidup dengan etos ilmu
bukan romantisme
masa lalu
tetapi sungguh ilmu itu
ada dalam genggaman
Ilmu yang mencerahkan
bukan lembaran arsip
yang numpuk dipojokan
untuk sayarat memenuhi
ketentuan administratif
pangkat dan jabatan
Ha ha
Seperti burung
yang berkicau dalam lemari
Aku sudah lama
mendengar kehebatanmu
etos belajar
etos ilmu
etos cinta
hidup sederhana
dalam gelimang harta
rakyatmu sejahtera
Rakyatmu
sama berujar
Sami’na wa atha’na
Terpancar
dari negrimu kuatul aqidah
kuatul akhlak, kuatul ilmi, kuatul mal, kuatul ukhuwah, kuatul imamah dan kuatul jihad
Di kampungku konsep itu
sayup-sayup terdengar
dari balik mimbar
Pisangan Timur
31 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














