MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung – Anjloknya harga timah di Belitung Timur menjadi sorotan serius pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini dinilai menimbulkan keresahan dan kekecewaan masyarakat, khususnya para penambang yang menggantungkan hidup dari sektor pertimahan.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Babel Beliadi, didampingi Edy Nasapta dan Ketua Komisi III Taufik Rizani bersama seluruh anggota Komisi III, melakukan kunjungan ke kantor PT Timah di Jakarta Pusat, Selasa (14/07/2026). Pertemuan itu diterima langsung oleh Direktur Operasi PT Timah, Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi.
Dalam pertemuan, DPRD Babel mendesak PT Timah segera mengambil langkah konkret agar harga timah di tingkat penambang tidak terus merosot. Saat ini, harga yang seharusnya bisa mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram justru hanya terserap di bawah Rp150 ribu per kilogram, sehingga berdampak langsung pada penghasilan masyarakat.
Handy menjelaskan, perusahaan tengah berupaya menyelesaikan proses perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang masih terkendala. Belum rampungnya perubahan RKAB membuat PT Timah belum dapat mengirimkan hasil produksi, sehingga stok menumpuk di gudang dan pembayaran kepada mitra belum optimal.
“PT Timah saat ini sedang bekerja keras untuk mendapatkan persetujuan perubahan RKAB agar seluruh proses operasional kembali berjalan normal,” jelas Handy.
Menanggapi hal itu, Beliadi menegaskan PT Timah harus bergerak lebih cepat memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Ia menyebut, berdasarkan koordinasi DPRD Babel dengan Kementerian ESDM, perubahan RKAB bisa segera diproses jika syarat-syaratnya lengkap.
“Sepanjang syarat-syaratnya lengkap, perubahan RKAB dapat segera diproses. Karena itu PT Timah harus mempercepat pemenuhan kewajiban administrasi,” ujarnya.
Beliadi juga mengingatkan agar PT Timah tidak bersikap pasif hanya karena berstatus BUMN.
“Jangan berharap dilayani. Justru PT Timah harus proaktif menjemput bola. Kalau hanya menunggu, ESDM punya banyak agenda lain. Tetapi jika aktif berkoordinasi, kami yakin dukungan akan diberikan agar proses ini cepat selesai.”
Menurutnya, penyelesaian persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat Belitung Timur secara luas. Karena itu, semua pihak harus bekerja maksimal agar aktivitas pertambangan kembali normal dan harga timah membaik.
Di akhir penyampaiannya, Beliadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belitung Timur karena tidak dapat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait anjloknya harga timah yang dijadwalkan Jumat, 17 Juli 2026, di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Ketidakhadirannya disebabkan keterbatasan transportasi, namun ia menegaskan DPRD Babel akan terus mengawal penyelesaian persoalan pertimahan hingga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.












